Reses, Warga Tambusai-Tambusai Utara Butuh Infrastruktur
ROKAN HULU-Setelah penutupan masa sidang ke II, Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melaksanakan reses dalam menyerap berbagai aspirasi ditengah masyarakat yang berada didaerah pemilihannya masing-masing pelaksanaan reses yang dimulai Selasa (22/12), 43 Anggota DPRD Rohul turun ke empat dapil masing-masing.
Seperti yang dilakukan Anggota DPRD
Rohul dapil II (Tambusai-Tambusai Utara) M Syahril Topan ST, Rabu
(23/12) melakukan pertemuan dengan masyarakat Kelurahan Tambusai Tengah, Desa Tambusai Barat dan Desa Rantau Panjang Kecamatan Tambusai.
Dalam pertemuan dengan wakil rakyatnya, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kelurahan dan desa tersebut.
Di antaranya, infrastruktur jalan aspal dalam kota yang kondisinya rusak parah, karena kondisi jalan aspal yang berlubang dan bergelombang itu sudah lama tidak mendapatkan perhatian perbaikan dari Pemerintah
Kabupaten Rohul.
Selain jalan aspal, menurut Politisi PAN Rohul itu, masyarakat Kelurahan Tambusai Tengah juga meminta perbaikan jalan lingkungan dalam kota yang menghubungkan antar lingkungan masih banyak yang tidak
dapat di lalui kendaraan roda empat.
Untuk mengatasi banjir di Ibukota Kecamatan Tambusai, masyarakat
mendesak pemerintah daerah membangun drainase ruas jalan dalam kota, karena disaat tingginya intensitas curah hujan, sering terjadi
banjir.
Begitu juga, aspirasi masyarakat Desa Tambusai Barat khususnya di
Dusun Gunung Intan, mereka menginginkan pengerasan jalan sepanjang 6 kilometer, mengingat jalan tersebut akses utama transportasi dalam mengangkut hasil perkebunan dan pertanian masyarakat serta pembangunan Pagar Tempat Pemakaman Umum Dusun Tandihat Tambusai Barat.
Berbeda dengan Desa Rantau Panjang, lanjut Topan, masyarakat setempat mengharapkan pemerintah daerah untuk membangun Pos Yandu dan pembukaan jalan lingkar Kampung Panjang yang seharusnya tahun ini, sudah dapat dikerjakan, tetapi dilapangan belum terealisasi.
Sementara pekerja bongkar muat di salah satu perusahaan di Desa Rantau Panjang, meminta Pemkab Rohul untuk mengawasi upah bongkar muat
yangbelum sesuai dengans tandar dengan peraturan Bupati Nomor 13 tahun. 2019 tentang upah bongkar muat.
"Dalam reses ini, kesempatan kita bertemu langsung dengan masyarakat, untuk mendegarkan aspirasi baik keluhan dan permasalahan yang ada di Kelurahan dan desa di Kecamatan Tambusai.Insya Allah, harapan masyarakat Dapil II ini, kita akan perjuangkan, karena itu sudah menjadi tugas seorang wakil Rakyat," jelas
Topan yang juga Anggota Komisi 1 DPRD Rohul yang cukup vocal itu,
menegaskan, sudah sewajarnya pemerintah daerah memperhatikan Kecamatan Tambusai yang merupakan kecamatan tertua dan kecamatan tempat kelahiran Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai.
"Tingginya Angka pengangguran di Tambusai, khususnya pemuda yang
tamat SLTA, ini berakibatkan munculnya aktifitas penyakit masyarakat (Pekat) bertambah besar, sementara perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah ini, masih kurang membuka diri untuk
mempekerjakan mereka.Ini harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha di Dapil II Rohul," tutupnya.(dpr/raj)