Rohil Tingkatkan Populasi Ternak Untuk Pertumbuhan Ekonomi
PENINGKATAN populasi ternak di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sebagai upaya percepatan dalam pertumbuhan ekonomis masyarakat semakin membaik. Semua ini tak lepas dari upaya Pemerintah Kabupaten (Rohil) dalam mendistribusikan bibit ternak kepada masyarakat dan kelompok peternak.
Program ini sangat sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dengan sasaran utama membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan memberi bibit untuk dipelihara hingga berkembang biak, pastinya populasi ternak semakin meningkat hingga Rohil berhasil swasembada daging.
"Pendistribusian bibit sapi juga ada sharing dengan Pemerintah Provinsi Riau mau pun pusat, seperti pengembangan usaha sapi potong, integrasi tanaman ruminansia, dan pengembangan budidaya sapi potong," sebut Bupati Rohil, Suyatno.
Kemudian, sambung Suyatno, Pemkab Rohil melakukan insentif betina bunting. Yang di maksud dengan kegiatan insentif betina bunting, ialah menjaga produktivitas ternak agar tidak dipotong dan menjaga kesehatan kebuntingan sapi dan kerbau (kebuntingan diatas 5 bulan). Tak hanya itu, Pemkab Rohil juga memberikan bantuan insentif untuk perawatan kebuntingan ternak hingga beranak
(melahirkan) dengan sehat.
"Penyebaran pejantan pemacak (unggul) juga kita lakukan. Termasuk, memberi bantuan dengan menyebarkan pejantan pemacak ke daerah yang populasi betina lebih tinggi dari populasi jantan hingga mininya proses kawin alam," urai Suyatno.
Selain itu, ada lagi program IB (Inseminasi Buatan). IB dikenal dengan sebutan Kawin suntik bagi sapi dan kerbau, di mana proses ini sangat membantu peternak dalam mengawainkan ternaknya dengan pilihan bibit (strow ) yang bagus. Apalagi, Pemkab Rohil memiliki tiga orang inseminator (petugas IB) resmi yang sudah mengikuti pelatihan di tingkat nasional. (mpr/jun)