Sudah 5 Bulan Putus Jembatan Mentawai Tak Kunjung Dibangun
Jembatan mentawai putus pada bulan Februari 2016 lalu, akibat diterjang luapan air sungai Mentawai, putusnya jembatan mentawai tersbut, menyebabkan 4 desa seperti Kelurahan Rokan IV Koto dan sejumlah Desa antara lain Desa Cipang Kiri Hilir, Cipang Kiri Hulu, Desa Tibawan, Desa Mubang Buaya terisolir
"Jembatan Mentawai sudah tidak ada lagi sejak jembatan itu hanyut diterjang banjir besar, seluruh badan jembatang sudah hanyut dibawa air," ujar Camat Rokan IV Koto, Agustar
Ia menyatakan sejak jembatan mentawai putus, masyarakat sangat kesulitan. Untuk menyebrangi sungai menuju ibukota kecamatan, masyarakat disana terpaksa harus menggunakan perahu penyebrangan yang harganya mahal. Tak hanya itu, Akibat mahalnya biaya penyebrangan ini, telah menyebabkan melonjaknya harga kebutuhan pokok di 4 desa.
"Untuk sekali menyebrangi sungai masyarakat harus merogoh kocek 10 ribu per kendaraan jika air normal dan 75 ribu sampai 100 ribu jika air tinggi," keluhnya.
"Pemerintah kecamatan tidak bisa mengatur terkait tarif penyebrangan sampan itu karena itu adalah usaha masyarakat, tapi kita pernah menekankan kepada pemerintah desa agar membuat peraturan desa (Perdes) tentang tarif penyebrangan sampan jangan teralalu mahal," imbuhnya
Agustar menyatakan, sebenarnya Pembangunan Jembatan mentawai tersebut sudah direncanakan Pemerintah Provinsi Riau pada Tahun 2016 ini, serta tidak menggunakan Anggaran dana tanggap darurat rekronstruksi pasca bencana.
Namun sayangnya, karena belum ada Detail Engineering Design (DED) menyebabkan pembangunan jembatan tersebut tidak bisa dilakukan pada tahun ini. "Sebenarnya sudah dianggarkan Pemprov Riau tahun ini, tapi karena DED nya belum ada maka untuk tahun ini mungkin DEDnya dulu dan untuk fisiknya tahun 2017 mendatang," pungkasnya. (dpr/raj)