Tahun 2016, Tiga Kecamatan Dapat Program Pembangunan 444 RLH dari Kemensos RI
ROKAN HULU-Setelah sukes dalam program relokasi daerah rawan banjir tahap pertama tahun 2015, Pemkab Rokan Hulu (Rohul) tahun 2016 ini, kembali mendapatkan Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) rumah layak huni tahap kedua, dari Kemetnrian Sosial (Kemensos) RI. Kini Kementrian Sosial bersama tim dari Pemprov Riau dan Pemkab Rohul tengah melakukan validasi data penerima bantuan tersebut.
Informasi tersebut disampaiakan Direktorat Perlindungan Sosisal Korban Bencana Kemensos RI, Nurman Rustam , saat menghadri peresmian pemakaian RLH bantuan BBR dari Kemensos RI, Selasa (15/3) di Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir.
Menurutnya, di Tahun 2016 ini Kemensos RI bakal kembali memberikan bantuan sekitar 444 BBR rumah Layak huni senilai Rp 8,88 Milyar rupiah untuk 3 Kecamatan di Rohul.
" Ya tahun ini Kita akan kembali salurkan bantuan sekitar 444 unit BBR, rumah layak huni di Kepenuhan Hulu, Rambah dan Rambah Hilir. Diharapkan program tersebut sudah berjalan pada bulan april 2016 mendatang," jelas Nurman Rustam, staf Direktorat Perlindungan Sosisal Korban Bencana Kemensos RI
Menurut Nurman seperti halnya bantuan tahap pertama, bantuan BBR RLH tahap kedua ini, tetap memprioritaskan warga yang tinggal di bantaran sungai. Dalam penyaluranya, Kementrian Sosial tidak memandang status sosial. Setiap kepala keluarga menerima bantuan bahan bangunan rumah senilai Rp 20 juta perunit, di luar ongkos tukang.
Disinngung relokasi warga di daerah lain yang notabene menjadi daerah rawan banjir di Rohul seperti Bonai Darusalam dan Desa Rantau Binuang Sakti, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisosnaker) Rohul Harry Islami yang di temui Rabu (16/3) menjelaskan, konsep penaganan daerah rawan banjir, membebaskan warga dari musibah banjir yang terjadi setiap tahunya.
Untuk merealisasikan konsep tersebut, Pemkab Rohul memiliki beberapa pola dalam merelokasi daerah rawan banjir dengan menyesuaikan kearifan lokal serta karakter masing-masing kecamatan. Seperti di daerah Kecamatan Bonai Ddarusalam dan RBS, masyarakat di sana umumnya tidak mau dipindahkan, karena banjir bagi masyarakat disana merupakan berkah dimana berlimpahnya hasil tankapan nelayan.
"Setiap kecamatan berbebda penangananya, di Bonai mereka umumnya tidak mau dipindahkan secara total, untuk itu kita beri kesempatan mereka untuk merombak rumah tempat tinggal mereka menjadi rumah panggung," jelas Hery Islami.
Hary mengharapkan, jika nanti program bantuan 444 BBR RLH dari Kementrian Sosial RI ini terelaisasi, masyarakat penerima diharapkan diminta untuk selalu mengembangkan rumah ini selayak mungkin, sehingga menjadi hunian yang nyaman dan layak dibandingkan Tempat tinggal mereka sebelumnya.(dpr/adv/hms)