Tak Kunjung Selesai, Warga Menilai Proyek Pamsimas Asal Jadi
ROKAN HULU-Warga mempertanyakan pengerjaan pembangunan proyek air bersih, proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sebab proyek ini menggunakan dana APBD Rohul tahun 2013 dengan anggaran Rp 236,000,000 juta hingga kini tak bisa dipungsikan.
"Proyek pembangunan Pamsimas ini seyogyanya sudah dapat berfungsi untuk kebutuhan air bersih bagi warga sejak akhir 2014 lalu. Nyatanya, sampai kini hampir keseluruhan bangunannya tidak rampung sehingga pembangunan dari Pamsimas tersebut tidak termanfaatkan atau terbengkalai," ujar Edi Ahmad Mantan Kepala Desa Lubuk Napal.
Kemudian, katanya, masyarakat Desa Lubuk Napal itu menduga, terbengkalainya proyek tersebut akibat dana proyek, ditilap oknum pengurus untuk kepentingan pribadi. "Akibatnya, proyek Pemsimas tersebut tidak dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat," sebutnya.
Dirinya menerangkan, sejak awal warga telah meminta agar pembangunan proyek air bersih itu dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun protes warga ini tidak digubris pengurus, ini jelas sudah merugikan negara dari pekerjaan tersebut. Faktanya hingga kini kondisinya masih tak kunjung selesai.
Menanggapi hal itu, Ketua Tim pengguna anggaran dari proyek Pamsimas Desa Lubuk Napal tersebut, Senin (25/4), Sudirman mengatakan, terbengkalainya pengerjaan proyek Pamsimas di Desa Lubuk Napal tersebut atas penyelewengan anggaran.
Menurutnya, itu terkendala akibat dana pendukung bentuk swadaya masyarakat (inkind) dan dana Pamsimas itu (incash) tidak ada. "Kita tidak ada lakukan tudingan yang dimaksud, apalagi sampai dibilang menilab anggaran itu. Anggaran itukan bukan untuk fisik saja, sebelumnya kita hrus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan lainnya, itu termasuk dana Rp 236 juta itu dan satu hal lagi yang perlu diketahui, sebenarnya proyek Pamsimas ini tidak terbengkalai," tuturnya.
"Namun karena dana pendukung Inkind dan Incash nya tidak ada makanya seprti ini, padahal sudah sering mengajak masyarakat untuk mengadakan pertemuan, tapi pada akhirnya kita yang terpojokkan," ujar Sudirman.
Di samping itu, masyarakat meminta agar proyek pembangunan Pamsimas yang sudah lama mangkrak dan tidak ada kelanjutan pengerjaannya harus segera diselesaikan, apalagi menjelang bulan ramadhan yang akan sebentar lagi telah tiba, masyarakat sangat mengharapkan kesiapan dari bangunan air bersih itu.
"Kami sebagai masyarakat berhak mempertanyakan ini, inikan uang rakyat. Jadi tidak ada alasan mereka ini tidak selesai pembagunannya karna alasan dana ini dana itu, anggarakan sudah besar, masa bangunan gitu aja dananya ratusan juta rupiah tapi tak kunjung selesai, kan tak masuk akal? apalagi dengan alasan dana Inkind dan Incash tidak ada, ini namanya sudah membodohi masyarakat," sebut Ade salah satu perwakilan masyarakat desa Lubuk Napal(dpr/raj)