Tiga Program Serangkai: Percepat Kemajuan Desa di Bengkalis

Tiga Program Serangkai: Percepat Kemajuan Desa di Bengkalis

Bengkalis-Sejak dilantik menjadi Bupati Bengkalis pada 5 Agustus 2010 silam, H Herliyan Saleh langsung ‘tancap gas’. Guna memenuhi enam jaminan yang dijanjikannya kepada masyarakat, mulai tahun 2011 khususnya, berbagai program untuk mensejahterakan masyarakat digulirkannya.

Salah satu dari program dimaksud adalah program Usaha Ekonomi Desa Kelurahan (UED/K-SP). Program ini menjadi satu dari tiga program serangkai yang sama-sama diperuntukkan bagi kemajuan desa. Dua program lainnya, yaitu Instruksi Bupati Program Penguatan Infrastruktur Pedesaan (Inbup PPIP) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Makanya, sejak Herliyan memimpin Bengkalis, boleh dikatakan tak ada lagi yang musti dikeluhkan oleh masyarakat desa. Sebab itu tadi, untuk modal usaha, masyarakat sudah bisa langsung meminjam di UED/K-SP. Tak perlu lagi terjerat rentenir sebelum ada program ini. Pasalnya, selain persyaratannya mudah dan prosesnya cepat, bunga UED/K-SP ini tak akan memberatkan peminjam alias ringan.

Terus jika masyarakat ingin membikin jalan dan jembatan dengan biaya yang tidak terlalu besar, duitnya sudah ada di program Inbup PPIP. Sebagaimana juga untuk UED/K-SP, setiap tahun duit Rp 1 miliar dikucurkan untuk program Inbup PPIP ini.

Bahkan mulai tahun 2016 mendatang, dana untuk program Inbup PPIP ini direncanakan bakal dinaikan 100 persen atau menjadi dua kali lipat. Menjadi Rp 2 miliar per desa per tahun.

“Saya melaksanakan program ini lantaran saya melihat masyarakat desa memang sangat membutuhkannya. Tak mungkin semua program pembangunan dilakukan lewat tender. Menunggunya lama. Nah lewat Inbup-PPIP, mereka bisa membangun jalan-jalan dan gang-gang di desanya. Membangun jembatan maupun fasilitas umum lainnya,” kata Herliyan.

Lewat program Inbu-PPIP ini pula kata Herliyan, semangat gotong-royong dan swadaya yang selama ini digelorakan oleh para pendahulu, bisa terus terjaga. Sebab duit Inbu-PPIP itu, masyarakat yang langsung mengelola, membikin perencanaan, melaksanakan hingga mengawasinya.

Tujuan lain program Inbup PPIP ini, sambungnya, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja, serta membangun kemandirian masyarakat dalam mengambil keputusan dan pengelolaan pembangunan di desanya masing-masing.

 “Jika semangat gotong royong dan swadaya terus tumbuh, bukan hanya keamanan di desa akan semakin baik. Tetapi juga kemandirian desa akan semakin tinggi. Desa akan maju dan berkembang pesat kalau semangat gotong-royong dan swadaya itu terjaga baik,” kata Herliyan.

Untuk diketahui, berdasarkan data di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Bengkalis, sampai tahun 2014 lalu, dana Inbup PPIP yang sudah disalurkan sebanyak Rp. 249 miliar  dengan swadaya masyarakat sebesar Rp. 29,2 miliar.  Sedangkan di tahun 2015, dana yang akan disalurkan  Rp. 136 miliar.

Kemudian, hingga tahun 2014, ada 25 jenis kegiatan pembangunan yang dapat dilaksanakan dan dinikmati secara langsung oleh masyarakat desa dari program Inbup PPIP ini. Diantaranya semenisasi jalan 158.220 meter, pembuatan jembatan/box culiver/dwiker 1.060 unit, normalisasi tali air 414,9 Km, pembangunan bodi jalan 463,8 Km, Pembangunan Parit Beton 47,1 Km, pengerasan/ base/penimbunan 58,9 Km, dan sebagainya.

Program lain yang menjadi bagian dari tiga program serangkai untuk desa tersebut adalah ADD. Anggaran ADD ini juga Rp 1 milyar setiap tahunnya untuk masing-masing desa. Sebagian dana ADD ini dipakai untuk operasional desa. Misalnya untuk honorer kepala dan perangkat desa maupun anggota Badan Permusyawaratan Desa.

“Penguatan ekonomi, harus ditopang dengan infrastruktur dan pelayanan yang baik pula. Lantaran itulah kita sandingkan program Inbup-PPIP tadi dengan UED/K-SP dan ADD. Sekarang, ada desa yang perkembangan duit UED/K-SP nya hingga di angka Rp 8 miliar dan Rp 10 miliar. Alhamdulillah, ketiga program ini berjalan lancar,” jelas Herliyan.

Karena itu pula, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis 2015 ini berkurang Rp. 1,4 trilyun akibat adanya pemotongan dana bagi hasil oleh pemerintah pusat dari yang seharusnya Rp. 2,2 trilyun menjadi Rp. 800 miliar,  dana untuk ketiga program tersebut dijamin tetap utuh. Sementara program lainnya ada yang terpaksa cancel alias ditunda pelaksanaannya.

Dan, lantaran sudah benar-benar langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, Herliyan berjanji, ke depan ketiga program ini tetap akan dilanjutkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

“Tentunya sembari dilakukan evaluasi. Mana yang kurang pasti akan dibenahi. Tujuannya tentu agar seluruh masyarakat daerah ini semakin bisa merasakan dan memetik manfaat dari semua program yang ada. Termasuk ketiga program untuk desa ini,” ujarnya.(mpr/sya)

Berita Terkait

Long Term Guesthouse Rental Bali: How to Verify Included Services and Avoid Hidden Overage Bills

You signed up because the listing said 'utilities included.' A few months in, the landlord hands you an overage bill for electricity you thought was…...

Mourinho Ungkap Alasan Real Madrid Gagal Mendatangkan Rodri

Olahraga- Jose Mourinho mengungkap cerita di balik kegagalan Real Madrid mendatangkan Rodri. Pelatih asal Portugal tersebut menilai keraguan sang gelandang menjadi salah satu faktor utama…...

Omar Artan Jadi Wasit Piala Super Eropa 2026 Setelah Gagal Tampil di Piala Dunia

Olahraga- Wasit asal Somalia, Omar Artan, akan mencatat sejarah baru dalam kariernya setelah dipercaya memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026. Penunjukan tersebut menjadi pencapaian penting…...

Manchester City Resmi Datangkan Kiper Timnas Argentina Geronimo Rulli

OLahraga- Manchester City resmi menambah kekuatan di sektor penjaga gawang setelah merekrut kiper tim nasional Argentina, Geronimo Rulli, dari klub Prancis Olympique Marseille. Transfer tersebut…...

Aston Villa Resmi Datangkan Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri

Olahraga- Aston Villa kembali bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2026. Klub Premier League tersebut resmi mengumumkan kedatangan dua pemain anyar, yakni kiper Zion…...