Warga Harapkan Pemkab Memantau Pembangunan Tanggul PKS PT APSL dan SJI Penyebab Banjir di Sontang
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Warga korban banjir di kawasan Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam sekitarnya, mendesak Pemkab Rohul turun pantau dua tanggul serta parit gajah yang dibangun perusahaan PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) dan PT Sumber Jaya Indah (SJI) Nusa Coy, sebagai penyebab banjir di daerah tersebut lama surutnya.
Bahkan, banjir yang melanda kawasan Desa Sontang dan sekitarnya hampir tiga pekan ini, belum menunjukan air surut, sehingga mendesak pemkab Rohul turun memantau ke perusahaan secara langsung.
Seperti pengakuan salah seorang warga Sontang, Surya, yang rumahnya jadi korban banjir, Rabu (26/11/2014) mengakui, sejak dibangunnya tanggul serta parit gajah oleh dua perusahaan tersebut, kini warga menderita bila musim banjir tiba.
“Karena, biasanya rendaman banjir terjadi hanya sehari hingga tiga hari saja, namun kini sudah hampir tiga pekan banjir belum kunjung surut. Ini terjadi, setelah dibangunnya tangkul dan parit gajah di dua perusahaan itu,”tegas Surya,
Bahkan warga lainnya, juga mengakui hal sama. Mereka menuding kedua perusahaan itulah penyebab banjir, karena dibangunnya tanggul di sekitar perusahaan dan parit gajah. Malahan, tanggul yang hampir kelilingi perusahaan, bisa dilintasi mobil truk.
“Biasanya, bila banjir, air akan mengalir dan tidak seperti saat ini, bisa bertahan berminggu-minggu. Kami berharap, Bupati Rohul, bisa intruksikan pihak terkai, agar kedua perusahaan menjebol kembali tanggul yang sudah dibangun mereka,”harap Anto, warga Sontang lainnya.
Bahkan selain pembangunan tanggul dan parit gajah di PT APSL dan PT SJI Nusa Coy, juga pernah ditentang keras warga, dan itu sudah lama dikeluhkan. Tetapi, Pemkab Rohul tidak tanggap dengan kondisi mengenaskan tersebut,
Diakui Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul, Sugiyarno SP.M.Si, pihaknya sudah pernah memperingatkan ke kedua perusahaan agar berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul.
“Kita menyuruh agar perusahaan ke BLH melapor terkait pembangunan tanggul dan parit gajah, karena ini menyangkut lingkungan. Namun hingga kini kita tidak mengetahui hasilnya,”tegas Sugiyarno, di kantornya. (Alfian/MPR)