Warga Harapkan PT HKi Pekdum 4 A Bayarkan Konpensasi Kerusakan Kolam Ikan Dampak Pembangunan Jalan
Pinggir- portalriau.com- Edunant Hendri Nainggolan (58) warga Kelurahan Balairajs Kecamatan Pinggir sangat mengharapkan pihak PT HKI Pekdum 4 A selaku pelaksana pengerjaan proyek pintu tol di RT 01/ RW 04 Kelurahan Balairaja Kecamatan Pinggir dapat membayarkan dana konpensasi atas kerudakan 3 petak kolamnya sebagai dampak pengerjaan jalan pintu tol tetsebut. .Pasalnya hingga saat ini belum ada realisasi atas keluhan kerusakan kolam yang dijadikan sebagai tempat pemancingan ikan sekaligus pembibitan dan pemelihaan ikan nila.
" Sudah 3 kali surat permohonan saya layangkan kepada pihak PT HKI Pekdum 4 agar kerusakan 3 petak kolam ikan dapat konpensasi .Namun hingga saat ini belum ada realisasi.Padahal pihak perusahaan sudah pernah turun ke lapangan meninjau kondisi kerusakan kolam saya yang menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.Tapi kapan realisasi konpensasi atas dampak pembangunan jalan tersebut belum ada jawaban yang pasti,", keluh Edunand Hendra Nainggolan ( 58) pemilik kolam ikan warga Jalan Gajah Sakti Kelurahan Balairaja Kecamatan Pinggir yang memiliki lahan di RT 01/RW 04 Kelurahan Balairaja.
Dikatakannya sejak pengerjaan proyek pintu tol Pekanbaru-Dumai 4 bulan lalu Sejak itu pula dampaknya ia keluhkan Diantaranya terjadi kerusakan usaha kolam pancing akibat pembangunan jalan menuju pintu tol diantaranya sebahagian kolam sudah tertimbun lumpur dan pasir hanyut.Air kolam menjadi sangat keruh berwarna kuning tanah liat dan tidak sesuai dengan pembibitan / pemeliharaan ikan.Dan selanjutnya hilangnya sumber mata air yang selama ini mengaliri kolam.Dan saat ini kondisi kolam sudah dangkal karena sebelumnya sedalam 2 meter dan sekarang hanya sedalam 50 centimeter
Saat hujan turun air meluap ke kolam dengan membawa limbah lumpur dan pasir sehingga terjadi pendangkalan.Padahal sebelum pengerjaan jalan pintu tol itu dilakukan tidak pernah terjadi hal seperti itu walau hujan berjam jam lamanya.Dan bahkan saat musim kemarau pun sumber air tetap ada karena dihuku kolan ada mata air.Dengab pengerjaan jalan itu mata air pun sudah ditimbun.
" Akibatnya kerusakan kolam ini saya sudah mengalami kerugian Rp 35 juta per bulan dari hasil kolam tersebut dan bahkan usaha usaha pemijahan bibit ikan pun terhambat.Dan akibat luapan air ke kolam sehingga ikan mati dan bahkan hanyut semuanya.Saya sangat memohon kepada pihak PT HKi Pekdum 4 A agar kiranya dapat memberikan konpensasi untuk karugian yang dialami selama ini,", kata Edunant
Ketiga petak kolam pancing berukuran Kolam 1 di kuran 40 meter x 40 meter,kolam 2 ukuran 40x 50 meter dan kolam 3 ukuran 40 kali 50 meter.
Surat permohonan pertama 18 Mei dan kedua 25 Juni 2020,dan ketiga 30 Juni 2020 .( jon)