Warga Jalan Jelutung Dambakan Perbaikan Jalan
ROKAN HULU-Meski berada di tengah-tengah Kota Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), namun
infrastruktur jalan yang memadai belum dirasakan masyarakat di Jalan
Jelutung dan Jalan Durian. Padahal pengakuan warga, untuk perbaikan jalan telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah kelurahan dan kecamatan.
Salah seorang warga Jalan Jelutung, Kelurahan Ujungbatu, K Sirait, Minggu (17/7), menyampaikan, sejak sepuluh tahun ini, perhatian pemerintah untuk daerahnya bisa dikatakan minim. Hal ini dibuktikan, jalan sepanjang satu kilometer di Jalan Jelutung selama sepuluh tahun tidak tersentuh perbaikan.
“Jika musim penghujan jalan ini bagai kubangan lumpur dan sangat sulit
untuk dilalui, tidak menutup kemungkinan banyak pengendara yang melalui jalan ini yang jatuh akibat jalan yang berlobang dan licin,”
terangnya.
Lanjutnya, pihak RT maupun RW telah berulang kali mengajukan permohonan untuk perbaikan jalan ini, namun hasilnya tidak seperti
yang diharapkan. “Kalau permohonan ke pemerintah agar jalan ini
diperbaiki sudah berulang kali kami sampaikan, baik melalui RT dan RW
maupun di dalam Musrenbangcam. Namun hasilnya nihil tak sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Dirinya berharap kepada Pemerintah Rokan Hulu saat ini agar dapat
merealisasikan pembangunan akses jalan Jelutung hingga ke Pasar Baru
Ujungbatu ini, hal ini sudah pernah disampaikan juga kepada Bupati Rohul, Suparman, saat sebelum terpilih menjadi bupati.
“Pak Parman pernah berjanji akan mengupayakan perbaikan jalan ini,
namun beliau tengah menghadapi masalah saat ini. Kedepan, kami warga disini berharap agar Pak Suparman dan Sukiman mau melanjutkan pembanguan yang telah
dijanjikan itu,” harap Sirait yang diamini warga lainnya.
Terpisah, hal senada juga disampaikan salah seorang pengendara yang
melalui Jalan Jelutung, Tina menyampaikan, akibat banyaknya lobang di sepanjang Jalan Jelutung ini membuat dirinya harus berhati-hati bila melewatinya.
Diakuinya, Jalan Jelutung ini salah satu akses yang dilalui masyarakat yang ingin berbelanja ke Pasar Baru Ujungbatu. “Bertahun-tahun jalan ini tak tersentuh pembangunan. Jangan, karena masyarakat di sini kaum minoritas, jadi pembangunan ditiadakan, masyarakat yang tinggal di daerah ini kan ikut juga bayar pajak ke daerah,” tegasnya.
Dalam pembangunan Rohul kedepan, Ia juga berharap kepada pemerintah
daerah agar berlaku adil tanpa ada membeda-bedakan suku, ras dan
agama. “Sesuai dengan motto pemerintah sekarang, “Menata Kota dan Membangun Desa” maunya pelaksanaannya diselaraskan dengan keadilan dalam pembangunan. Karena semua yang telah memiliki identitas Rohul, berhak merasakan pembangunan yang sama,” tukasnya.(dpr/raj)