Paska Ketimpa Pohon Karet diKolam Renang Sei Lalak
Kecelakaan yang menimpa Lina,Lira,Vivi dan Desi siswa SMKN 1 Pasir Penyu saat menggikuti kegiatan Olah Raga Renang di Kolam Renang Sei Lalak pada selasa (21/10) Kemaren, kondisi kesehatan Lina menurun oleh sebab itu Orang Tua Lina terpaksa melarikan anaknya untuk berobat Ke Pekan Baru (RS.PMC) , kenapa Lina dan Lira yang dibawa ke PKU sebab yang terkena timpahan pohon karet tersebut yang terparah terkena bagian kepala dari 4 orang siswa hanya berdua yang pendarahan dikepalanya oleh sebab itu yang dilarikan berobat ke PKU hanya Lina dan Lira untuk dilakukan pemeriksaan secara Medis (Scening), informasi hasil perawatan di RS PMC Pekan Baru setelah dirawat dan diperiksa secara Medis, saran Dokter anak tersebut boleh dibawa pulang dengan syarat harus dijaga kesehatannya jangan kesekolah dulu karena masih tahap rawat jalan di RS PMC, Kata Noto (Paman Lina) saat dijumpai, Minggu (26/10) di Airmolek.
Dikatakan Noto, yang menjadi perhatian serius dari pihak keluarga korban sampai detik ini pihak sekolah SMKN 1 Pasir Penyu kabupaten Inhu, Riau. Terkesan mengelak untuk bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa keempat siswanya, kalau nanti keponakannya sudah pulang dari PKU juga pihak sekolah tidak ada etikat baiknya untuk mempertanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut, dengan sangat menyesal mungkin orang tua keempat anaknya yang telah menjadi korban tersebut akan melaporkan Pihak Sekolah ke Polisi, Tegas Noto.
Tempat terpisah, Tomas orang tua lina ketika dikonfirmasi mengatakan dia masih di RS PMC Pekanbaru, karena anaknya dirujuk kepekan baru, karena kondisi anak saya sangat parah, dikepala anak saya ada terbentur benda Keras, tulang punggung bagian belakang patah, Alhamdulillah kemaren Kepala Lina sudah di Skening) hasilnya kata dokter anaknya harus dirawat menggingat jarak Airmolek dengan Rengat Jauh Dokter menyarankan anak saya hanya dirawat jalan dibekali obat hanya sampai 1 minggu, agar diperiksa ulang terhadap perkembangan kepala anaknya setiap minggu di PKU sementara sedangkan teman lainnya tidak begitu parah hanya dirawat di RS Ibnu Sina Airmolek.
Ketika ditanya terhadap kepedulian pihak sekolah kepada anak didiknya Tomas sebagai Wali Murid sangat menyesalkan kenapa pihak sekolah SMKN1 Pasir Penyu tidak ada menyengguk anaknya, saya selaku orang tua sesalkan sekali tindakan majelis guru dan Kepsek SMKN 1 Airmolek tidak perduli dengan kecelakaan anak didik nya, padahal anak saya pergi kekolam renang atas perintah guru dan di waktu jam pelajaran. Saya akan tuntut pihak sekolah untuk bertanggung jawab atas kejadian itu. Ujar Tomas, kesal.
Ketika Dikonfirmasikan Dengan Yusmadi, selaku Guru Olah Raga yang membawa anak anak kekolam renang, melalui Telpon Selulernya (HP) mengatakan terkait kurang pedulinya pihak sekolah kepada anak yang terkena kecelakaan di Kolam Renang kemaren, itu berita yang tidak benar, sebab semenjak dirawat di RS Ibnu Sina Airmolek untuk menjengguk anak anak tersebut ada sebanyak 4 kali dan sewaktu anak tersebut mau dirujuk ke PKU saya juga ada di RS Ibnu Sina, diakuinya semenjak Lina dan Lira sekembalinya dari PKU diakuinya belum sempat menjengguknya tapi kalau konfirmasi lewat HP terus dilakukan olehnya kepada Tomas orang tua Lina untuk konfirmasi sejauh mana perkembangan kesehatan anak didiknya tersebut, mungkin nanti sore akan menjengguk anak anak tersebut tidak mungkin tidak peduli kan mereka anak didik kita disekolah jelasnya.
Ketika Ditanya Paska Kecelakaan ada beberapa Orang Tua Murid yang akan melaporkan kejadian tersebut kepolisi, Yusmadi kembali bertanya yang mau dilaporkan siapa, kan kalau sekolah mau dilaporkan masalahnya apa, tapi kalau mau dilaporkan Pemilik Kolam Renang juga masalah tersebut sudah dimusyawarahkan dengan pihak keluarga terhadap semua biaya kebutuhan terhadap perawatan anak anak itu sudah dipertanggung jawabkan oleh pemilik Kolam Renang, saya juga ada menyaksikannya, yah nanti kita lihat perkembangannya sama sama Jelas Guru Pembimbing tersebut, (lang)