Anto Warga Mandau Tewas Dibacok oleh Dua Orang
MANDAU, PORTALRIAU.COM - Warga Buluh Manis, Anto (50 Thn) tewas mengenaskan setelah dibacok 2 orang, yang diduga kenal baik dengan si korban. Usai melakukan pembacokan dengan parang, pelaku tancap gas dengan diduga menggunakan Sepeda motor Mega Pro Merah.Si korban bernama Anto merupakan Warga Mandau yang dapat borongan menyemprot di Kebun Sawit 88, dan memiliki beberapa Anggota kerja, termasuk 2 bersaudara yang baru berselisih dengan si korban.
Keterangan dari beberapa rekan kerjanya, Anto merupakan pemborong pekerjaan menyemprot, dan 3 hari lalu berselisih dengan 2 anggotanya, terkait hilangnya 5 liter Racun rumput. Ke 2 orang ( bersaudara ) tidak terima atas tuduhan Anto, dan tidak bekerja."Mereka tidak terima atas tuduhan si Korban ( Anto ), dia ( red, Anto ) tega nuduh kami ( 2 bersaudara )," ucap Tonang, mengulangi bahasa 2 bersaudara yang juga warga Petani Mandau.
Tepatnya Sabtu (18/02) lewat tengah hari Anto mengajak rekannya bermarga Regar ke Warung (Kafe ) Heni, untuk memasang pompa air ( Dap ).Saat rekanya melakukan pemasangan Dap Air, Anto duduk sambil minum, dan secara tiba tiba masuk 2 orang lelaki, sambil mengacungkan parang.
"Disini rupanya kau ya, rasakan ini," ucap Heni, (sambil memperagakan kejadian), hal ini sudah disampaikan pada penyidik Polsek Tanah Putih.
Sementara Edi Nurat yang juga Humas dari Kebun Sawit 88, mengatakan, si Korban bukan buruh menetap di 88, dia ( Anto ) hanya pemborong menyemprot yang merekrut anggotanya."Hanya sebagai pekerja lepas dengan sistim borongan, dia dan rekannya juga Warga Petani ( Mandau ), bukan warga Rantau Bais," terang Nurat.Lanjutnya, Usai kejadian, perkara langsung ditangani Polsek Tanah Putih ( Kanitreskrim ) telah turun langsung ke RSUD Mandau, bahkan Brigadir Suyanto ( Bhabinkamtibmas ) sampai pukul 02.45 WIB dini hari, secara bersama mengurus jenazah si RSUD Mandau, juga penyidik Polsek Mandau telah koordinasi, dan hari ini ( Minggu 19/02 ) korban dimakamkan.
"Sudah ditangani Polres Rohil dan Polsek Mandau, yang jelas mereka bukan pekerja tetap, dan kejadian di Sp.Pemburu ( jauh dari areal Kebun )," jelas Edi Nurat.Dan berharap, pihak berwenang segera menertibkan warung Kafe ( Rumah liar ) yang ada di sepanjang jalan, terutama di Simpang perkebunan 88."Keberadaan rumah ini, sudah sangat meresahkan, dan membahayakan penguninya dari Laka lantas, sangat di mohon ditertibkan," tandas salah seorang Tokoh masyarakat, yang tidak mau namanya di rilis. (rgc/DPR)