Cpi Pekan Baru & Bpk Pusat Turun, Ingkar Janji Dengan Warga Kelompok Tani Makmur Bumbung
MANDAU - Setelah berapa hari bergejolak di Areal CPI yang dikuasai PT MURINI WOOD INDAH LESTARI DURI 13, Kec.Mandau ( Bengkalis ), akhirnya Pihak CPI dan BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan turun ke lapangan.
Hal ini disampaikan berberapa Warga yang sedang beraktivitas penanaman pohon Pisang di areal kebun.
Saat dilapangan kedatangan 3 orang mengaku dari Pihak Chevron dan 3 Orang dari Instansi BPK dari Jakarta, yang sempat melarang pihak pekerja PT Murini saat memanen buah sawit.
Bahkan Oknum BPK menanyakan Kordinator Kelompok Tani Makmur, Johansen yang kebetulan tidak dilapangan saat itu.
Dan berjanji hari ini ( Rabu, 12/04/2017 ) hendak berjumpa.
Namun setelah ditunggu Warga sesuai janji yang disampaikan, hingga sore hari Oknum BPK tak kunjung datang ke lapangan.
Johansen dalam pernyataannya, sangat menyesalkan ketidak datangan Pihak CPI dan BPK, yang didapat kabar telah berangkat ke Pekan Baru,
"mereka ada menjanjikan akan bertemu dilapangan, ada apa hingga sore hari tidak kunjung datang" ucapnya.
Dari informasi yang didapat dari Security CPI, bahwa masalah ini telah lama, bahkan telah sampai ke Meja Hijau, yang mana CPI memenangkan hak pengolahan lahan tersebut, yang sangat ini masih dikuasai PT MURINI.
" lahan tersebut masih hak CPI, namun PT Murini diijinkan memanen sawit yang telah mereka tanam namun tidak diijinkan melakukan perawatan," tutur Oknum Security tanpa mau namanya di tulis.
Yang menjadi pertanyaan Mapsyarakat, bagaimana bisa pihak Kebun Murini menguasai dan merawat lahan milik CPI.
Bahkan ada rumor diduga pihak PT Murini mengucurkan Miliaran Rupiah pada Oknum tertentu, bila hal ini dapat dibuktikan bukankah ini Korupsi yang telah lama ( lebih kurang 12 Tahun ) yang telah berjamaah. (dpr)