Dipersulit Urus KTP, Warga Meranti Gagal Jalani Operasi
Portalriau.com - SELATPANJANG - Pelayanan maksimal yang selalu dijanjikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap masyarakatnya mungkin hanya isapan jempol, hal itu terlihat dari ulah oknum Petugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
Hanya dengan alasan Cipto (49th) seorang warga masyarakat datang bercelana pendek dan memakai sendal, petugas di Dinas tersebut tidak melayani warga yang datang mengambil Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Warga Desa Bandul, yang kini menetap di RT04 RW01 Jalan Tanjungharapan, Kelurahan Selatpanjang Kota itu. Bukan saja tidak dilayani, pria mata sipit ini bahkan diusir petugas keamanan di kantor tersebut.
Akibat pelakuan pelayan berdinas itu, Bapak tua ini pun gagal melengkapi administrasi untuk menjalani Operasi di RSUD Selatpanjang atas penyakit perut yang Ia derita.
"Saya datang hanya untuk ambil KTP saya yang baru, tapi mereka malah mengusir saya, Saya butuh KTP itu untuk administasi di Rumah Sakit, karena saya mau menjalani operasi," kata Cipto kepada sejumlah wartawan ketika ketemu di kantor bupati pada akhir pekan kemarin.
Sebenarnya saat itu Cipto tidak bermaksud menyampaikannya kepada wartawan, melainkan hendak melaporkan langsung kepada Bupati atas pelayanan petugas Capil tersebut. Dengan memakai kemeja merah muda dan celana levis biru ukuran selutut, pria ini terus saja menggerutu atas perlakuan yang diterimanya.
Bersama sejumlah awak media yang berniat membantunya, Pria itu kembali ke kantor Pelayanan Disdukcapil agar mendapatkan haknya (pelayanan) dari SKPD tersebut. Namun, petugas di instansi tersebut tetap saja tidak mau melayaninya.
Kepala Disdukcapil Jonizar, belum memberikan keterangan atas persoalan itu termasuk aturan yang mereka terapkan, karena saat bersamaan sedang tidak berada di tempat.
Sementara seorang petugas Capil yang ditemui di bagian depan mengatakan bahwa itu sudah aturan yang harus ditaati warga.
Sayangnya, wanita berjilbab, bertubuh tegap dan jangkung tersebut tidak bisa menjelaskan secara rinci ketika ditanya mengenai dasar dari penerapan aturan tersebut.
"Pokoknya kalau mau dilayani, pakai saja celana panjang dan sepatu, apa susahnya," ucap wanita itu dengan ketus kepada wartawan yang turut mendampingi Cipto.**(rtc/DPR0.