Pasca Demo, PKS PT KPN Rohul Masih Dijaga Polisi
TAMBUSAI, PORTALRIAU.COM - Walau sudah dinyatakan kondusif dari aksi demontrasi ratusan buruh dan masyarakat, PT Kencana Persada Nusantara (KPN) atau biasa disebut PT Geng di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu masih dijaga Polisi.
Penjagaan tersebut dilatarbelakangi sudah beberapa kalinya di PT KPN sering terjadi keributan antara buruh dari Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) dan Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SPPP) Rohul.
Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Polres Rohul AKP Muslim Hidayat Rambe dan Kapolsek Tambusai AKP Jamil Hasibuan, Sabtu (29/12/12), terlihat di gerbang masuk ke PT KPN Tambusai.
Keduanya mengaku situasi sudah kondusif, namun selama menunggu putusan dari DPRD Rohul, Polisi masih melakukan penjagaan sehingga bentrok fisik seperti terjadi beberapa waktu lalu tidak terulang.
Saat ini, jelas AKP Muslim Hidayat, untuk urusan bongkar muat TBS kelapa sawit di PT KPN diambil alih masyarakat tanpa melibatkan organisasi buruh.
(Riauterkini.com)
"Situasi sekarang sudah tertib. Masyarakat Batang Kumu yang bekerja di perusahaan sekarang," ujar Kasat Bimas Polres Rohul.
Menjelang Tahun Baru 2013, PT KPN memasang spanduk himbauan di gerbang pintu masuk. Spanduk bertuliskan "Sambut Tahun Baru 2013 Tanpa Pertikaian" diharapkan agar situasi terus kondusif dan aktifitas perusahaan tidak terganggu lagi.
Masih di tempat sama, Humas PT KPN, Syahril, mengaku sejak timbul pertikaian dua organisasi buruh, perusahaannya mengalami kerugian.
Sebelum konflik pecah, katanya perusahaan menerima 700 ton TBS kelapa sawit per hari dari pengusaha, tapi pasca kerusuhan banyak pengusaha yang tidak berani masuk ke perusahaannya.
"Sejak konflik, TBS kelapa sawit yang masuk perusahaan hanya 400 ton per hari. Jika ditaksir, kita mengalami kerugian sampai miliaran rupiah per hari," ungkap Syahrial kepada sejumlah wartawan.