Polres Rohul Lakukan Simulasi Pengamanan Pilkada, Ratusan Anak SD "Menangis"
ROKAN HULU- Simulasi pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), di Taman Kota Pasir Pangaraian, ratusan murid SD Negeri 001 Pasir Pangaraian menangis mengalami pedih mata, diduga akibat gas air mata yang ditembakkan Satuan Pengamana Pilkada Rohul.
Ketika persoalan ini ditanyakan kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 001 Pasir Pangaraian, Abdul Latif, menjelaskan kalau muridnya berjumlah sebanyak 443 orang. "Kami tidak tahu kalau ada kegiatan di Taman Kota Pasir Pangaraian, seharusnya kalau mereka ada kegiatan kita bisa liburkan sekolah," tuturnya.
Lanjutnya, awalnya anak-anak belajar dengan tenang, tau-tau anak-anak sudah pada menangis. " Anak-anak kita di jemput orang tuanya, kok tidak ada konsultasi dengan pihak sekolah, seharusnya dikonsultasikan dengan kita. Ini karena orang tua membawa anak-anak, sekolahpun terpaksa kita liburkan," ungpaknya.
Sementara petugas kesehatan dari Puskesmas Rambah, sebagai Penanggung Jawabnya dr. Rina, kalau dampak dari gas air mata itu, jika terkena kulit bisa memar, tapai kena itu perih. Kalau sempat terhirup itu baru membahaya anak-anak. "Tapi ini hanya sedikit, kemudian anak-anak udah kita bagikan masker, untuk penanggulangan pertama, nanti bisa kita cheh perkembangannya," ulas dr. Rina
Di tempat berbeda, Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, akibat pelatihan ini, sehingga terjadi insiden terhadap anak-anak sekolah, kalau memang ada yang mengalami penyakit dan sempat di bawa ke rumah sakit Polres Rohul akan bertanggung jawab sepenuhnya.
"Kita akan tanggung jawapi semuanya, nanti akan kita tugaskan tim medis kita untuk menanganinya, kita ini terjadi kesalahan, karena ini hanya pengasapan saja, tidak usah pakai peluru, jadi nanti akan saya evalusai mana anggota yang menggunakan peluruh," tegasnya.
Terlihat Kapolres Rohul setalah membubarkan pasukan secara umum yang ikut dalam apel dan simulasi Pilkada Rohul, kemudian diapun mengumpulkan para perwira-perwira di jajaran Mapolres Rohul dan terlihat berdiskusi dengan panjang lebar.(mpr/raj)