Presiden UPP Rohul Nilai Aksi Ratusan Mahasiswa Sebagai Bukti Kepedulian Terhadap Kampus
ROKAN HULU-Ratusan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Rokan Hulu (Rohul) dari seluruh Fakultas menggeruduk gedung Rektorat, Senin (26/9), mereka menuntut, Feliatra mundur dari jabatannya sebagai Rektor UPP apabila tidak bisa memaparkan tuntutan mahasiswa.
Presiden Mahasiswa UPP Wikky Yuliandra, menilai aksi tersebut, sebagai bentuk kepedulian terhadap kampus, apalagi tuntutan disampaikan mahasiswa saat aksi di depan gedung Rektorat UPP, seperti kurang transparannya dana SPP dan dana hibah dari Pemkab Rohul.
Kemudian, soal kurangnya dukungan serius dari pihak kampus UPP untuk kegiatan mahasiswa, sarana dan prasarana yang tidak memadai.
Tidak hanya sebatas itu saja, mahasiswa juga mennyangkan pihak kampus kurang mendukung kegiatan mahasiswa, seperti untuk Musyawarah Daerah (Musda) BEM se-Riau yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di kampus UPP-Rohul.
Wikki Yuliandra yang juga selaku Kader HMI Rohul, dirinya memang tidak terlihat di dalam rombongan yang seharusnya di komandoinya.
Sebelumnya Wikky sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan mahasiswa tentang aksi ini dan siap turun, tetapi ada tugas yang tidak bisa beliau tinggalkan, sehingga tidak bisa hadir langsung di lapangan. "Tapi saya sudah megamanahkan aksi ini kepada para ahasiswa UPP," tuturnya
Lebih lanjut dikatakan Mantan Gubernur BEM Fekon periode 2014-2015 ini, aksi ini murni inisiatif mahasiswa, karena kepeduliaan terhadap kondisi kampus yang selama ini masih banyak yang belum terbenahi dan juga mahasiswa bebas mengemukakan apa saja disertai bukti yang dirasakan mahasiswa selama ini
"Ini bukan akhir, tapi ini awal pergerakan kita untuk menuju UPP yang lebih baik dan berharap calon Rektor UPP kedepannya lebih bisa bersinergi dengan para mahasiswa. kita para mahasiswa jangan hanya mau menjadi generasi penerus, tapi kita harus menjadi generasi pelurus dan membuat perubahan ke arah yang lebih baik," pungkasnya.(dpr/raj)