Ratusan Warga Empat Kecamatan Unjuk Rasa BLK Desa Dayo

Ratusan Warga Empat Kecamatan Unjuk Rasa BLK Desa Dayo

TANDUN-Ratusan warga dari Empat kecamatan yakni Tandun, Kabun, Rokan IV Koto dan Ujung Batu, melakukan aksi demo di Balai Latihan Kehutanan (BLK) Dayo, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (24/8).

Mereka meminta pada Bupati Rohul Achmad khususnya kepada pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Rohul supaya tidak melakukan pengusuran terhadap 33 rumah warga yang berdiri di sekitar BLK.

Informasi yang berhasil di himpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar 2.183 hekatar hutan lindung di Balai Diklat tersebut, hala itu sesuai dengan SK Gubernur Provinsi Riau,  sebagian  sudah  di kuasai warga, terlihat aksi masyarakat tersebut berlangsung beberapa jam,  kemudian masuk keruangan Gedung BLK Desa Dayo untuk dilakukan mediasi dengan Kepala BLK. Tampak aparat baik dari TNI maupun polisi tetap siaga berjaga-jaga melakukan pengamanan

Pada kesempatan itu, Kepala BLK Desa Dayo Marwato menjelaskan,  seharusnya jangan melakukan perambahan hutan lagi. Seperti beberapa bulan yang lalu, hampir 80 hekter hutan terbakar akibat perambahan liar, jadi diminta supaya masyarakat supaya meninggalkan hutan dan tanamanya.

"Kita cari solusi terbaiknya, apa solusinya nanti akan  kita bawa persoalan ini ke kabupaten dan kabupatenlah yang mengambil keputusanya. Sebab pada Tanggal 27 Agustus 2015 mendatang kita akan mengadakan pertemuan dengan Bupati Rohul dan mencarikan solusinya," beber Marwato.

Namun Kades Sungai Kuning Tandun Ilham dengan tegas menolak penggusuran tersebut, karena lahan warganya memiliki sertipikat dan Surat Keterangan Ganti Rusgi (SKGR) yang dikeluarkan pemerintah. " Kami sudah punya surat resmi dari pemerintah, jadi tidak setuju adanya penggeseran," tuturnya.

Sementara Kapolsek Tandun AKP Artisal mengharapkan selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)supaya jangan ada aksi pengusuran. "Kita berharap selama Pilkada tidak penggusuran, kini kondisi tertib, aman dan terkendali," pungkanya.

Terlihat dalam diskusi itu, muncul solusinya dari warga, mereka siap dipindahkan dari lokasi BLK, tapi harus dicarikan lokasi dan rumah mereka diganti, termasuk tanamanya yang dirusak. Namun warga mengancam, jika ada pengusuran lagi maka bangunan diklat BLK Dayo akan dibakar warga. (mpr/rpr)

Berita Terkait

Syarat Makna Dan Budaya, Wabup Labuhanbatu Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Panai Hilir

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, menghadiri prosesi adat ritual tradisi Sedekah Bumi yang digelar khidmat oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, pada…...

Menyemai Kemandirian UMKM Seroja Melalui Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur

Pekanbaru - Portalriau.com---Mutmainah terlihat fokus mengamati instruktur yang begitu piawai merancang media tanam jamur tiram (baglog). Siang itu pertengahan Juni 2026, Mutmainah bersama sejumlah anggota…...

7 Keuntungan Belanja Gadget di Realme Flagship Store Blibli

Portalriau.com- Saat ini, mencari gadget yang tepat tidak hanya soal harga atau fitur, tapi juga tentang keaslian dan pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Realme Flagship Store…...

Wabup Jamri Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Diklat BKPP Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (18/06). Kegiatan…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Ikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah Untuk Bantuan Bencana se-A

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu mengikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) untuk bantuan daerah terdampak bencana se-Aceh yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam…...