Rumah Wartawan Dibobol Maling
BAGANSIAPIAPI - Aksi Pencurian akhir-akhir ini meraja lela dikota bagansiapiapi, para pelaku tidak dalam melancarkan aksinya tidak memilih kasih siapa Korbannya. Pada Jumat (24/9) kemaren terjadi dua kasus pencurian yakni dijalan pelabuhan Baru, dan dijalan Perniagaan Ujung tepatnya dibelakang Masjid Ar-Ridho kelurahan Bagan Hulu.
Di tempat pencurian pertama di Jalan Pelabuhan Baru, dua tersangka anak-anak di gelandang ke Kantor Polsek Bangko. Ke dua anak-anak tersangka pencuri tersebut juga sudah di panggil Polisi Polsek Bangko. Sementara kasus pencurian ke dua, di Jalan Perniagaan Ujung, di belakang Majid Ar Ridho, dialami oleh Amran, salah satu wartawan Media Harian yang bertugas dirohil.
Atas Kecurian tersebut, Amran mengalami kerugian Jutaan Rupiah. Adapun yang dicuri oleh pelaku yakni Satu unit note book atau laptop, satu unit hand phone blacberry 9210 beserta kabel, celana jeans warna biru, tali pinggang, kartu ATM Bank Mandiri, kartu Alfamart, kopiah dan uang Rp9.000 yang berada di kantong celana juga ikut raib, "terang Amran.
"Maling masuk lewat pintu belakang rumah, dengan membuka kawat ventilasi bagian atas pintu. Amran mengaku dirinya merasa Tiba-tiba kantuk berat dan tertidur. Ketahuan ada kehilangan sekitar pukul 03.00 WIB," katanya.
Amran kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Bangko dengan nomor laporan No. Pol:STPL/136/IX/2014/SPK, yang diterima BA SPK Regu II Brigadir Suwartono, atas nama Kapolsek Bangko. Dua personil dari satuan Serse Polsek Bangko juga mendatangi rumah dimana lokasi kehilangan tersebut. "Nanti akan kita tindak lanjuti," jelas petugas Serse Polsek Bangko tersebut.
Dilanjutkan Amran, Lingkungan di sekitar Masjid Ar Ridho memang dikenal sering terjadi kasus kejahatan. Beberapa waktu lalu pegawai Pemkab Rohil di jamret di jalan ini, kursi Madrasah Ibtidaiyah negeri (MIN) Bagansiapiapi di sikat maling. Kemudian dua bulan sebelumnya, peralatan memasak rumah di salah satu gang di Bagan Hulu ini juga di gondol maling. Sebagian Warga ada yang melapor dan sebagian ada enggan melaporkan kasus kehilangan tersebut, "ujar Amran. (Dpr/Af)