Sepasang Muda Mudi Di Amankan Ke Mako Satpol PP
PELALAWAN.portalriau.com---Sepasang muda mudi digelandang ke mako satpol pp & damkar pada malam perayaan valentine's day (hari kasih sayang)
Pangkalan kerinci, Untuk menciptakan situati aman dan kondusif, satpol PP & Damkar menggelar giat ops penyakit masyarakat pada malam valentine's day. 14/02/2018.
Dari hasil giat Ops Pekat ini terdapat sepasang muda-mudi yang lagi berciuman di areal lapangan bola kaki jalan lintas timur.
Dalam Giat Ops penyakit masyarakat Satpol PP dan Damkar mengkerah sekitar satu pleton personil diturunkan dan menyebar keseluruh titik tersebut untuk mengantisipasidi malam valentine's day agar tetap aman dan kondusif..
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Pelalawan, H.Abu Bakar FE. S. Sos, M. AP melalui Kasi Penertiban Syopian Yan. SH. MH dikonfirmasi awak media menyampaikan pada tanggal 14/02/2018 pukul 22.00 wib personil satpol pp dan damkar menggelar pemantauan dan monitoring ketempat tempat yg dianggap rawan yang biasanya dijadikan tempat bermadu kasih bagi pasangan muda mudi.
Selanjutnya Pemantauan dan monitoring pada malam valentine's day menyisir ke beberapa titik diantaranya : komplek bhakti praja, islamik center, mesjid ulul azmi, taman kota, taman kreatif, belakang ramayana dan lapangan bola kaki lintas timur pangkalan kerinci.kata sofyan.
Alhasil sekitar jam 10.40 sepasang muda mudi inisial AS (23 th) bekerja disalah satu perusahaan swasta yang berada di pangkalan kerinci, pasangannya inisial KH (17 th) masih berstatus pelajar disalah satu sekolah kejuruan negeri disiak terjaring dan diamankan kemako satpol pp & damkar karena kedapatan lagi berduaan ditempat gelap berciuman dan berpelukan disekitaran lapangan bola kaki lintas timur.ungkapnya
perbuatannya itu bertentangan dengan norma agama, norma adat serta prilaku yang memberikan peluang terjadinya perbuatan maksiat dan juga merusak pandangan bagi warga yang lewat disana, Pasangan muda mudi tersebut diserahkan ke penyidik satpol pp untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.tegasnya Sofyan
Setelah didata dan diberikan pembinaan mereka membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan juga perwakilan keluarga dihadirkan sebagai mengetahui, setelah itu diperbolehkan pulang kerumahnya masing masing.tegasnya sambil diakhiri. (md)