Warga 3 Desa di Bonai Masih Direndam Banjir
ROKAN HULU-Hingga saat ini, warga yang berada di tiga desa kecamatan Bonai Darussalam, dibuat resah setelah sejak beberapa tahun terakhir sejumlah perusahaan perkebunan membuat tanggul (benteng) tinggi di seluruh areal perusahaannya.
Akibatnya, bila banjir akibat luapan sungai Rokan, maka air merendam jalan, pemukiman, tanaman masyarakat hingga berbulan-bulan. Diakui Joko, salah seorang warga Dusun Titian Gading Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rabu (30/12) mengaku, sejak adanya benteng yang dibangun tiga perusahaan PT PIS, Drahagura serta perusahaan milik pribadi lainnya, mengakibatkan banjir yang terjadi bertahan berbulan-bulan.
“Bayangkan saja, di sepanjang tepian sungai Rokan di buat benteng, sehingga saat air sungai meluap maka akan menerjang kawasan pemukiman, tanaman masyarakat ikut tergenang, termasuk badan jalan. Malahan seperti jalan lintas Bonai Darussalam- Duri Kabupaten Bengkalis, saat ini masih terendam banjir mengakibatkan akses jalan sempat terputus berbulan-bulan,” ungkap Joko.
Juga diakui Suwanto, dimana ketika datang hujan deras dan air sungai Rokan Meluap, masyarakat kini risau akan air yang bakal mengenangi pemukiman mereka. “Tamanan padi, sayuran, bahkan tanaman kelapa sawit yang masih kecil terendam banjir. Kita juga sempat membobol benteng perusahaan, namun baru sehari kembali di tutup dan diperbaiki perusahaan dengan alat berat lagi,” kata Suwanto.
Suwanto juga binggung, kemana mereka mau melaporkan hal itu. Apalagi sejak adanya benteng penahan banjir di kawasan perusahaan, mengakibatkan banjir kerap bertahan.
“Pemkab Rohul seharusnya bisa mengatasi masalah ini, apalagi itu sudah menganggu lingkungan, yang dampaknya sangat merugikan ratusan masyarakat di Bonai Darussalam,” ucap Suwanto, berharap permasalahan itu bisa diatasi.(dpr/van)