Warga Korban Banjir Demo PLTA Koto Panjang
KUOK - Kesekian kalinya ratusan masyarakat petani Keramba dari Desa Merangin.Desa Pulau Terap,Empat Balai dan sekitarnya yamg mengalami kerugian besar akibat musibah banjir dua kali berturut - turut dalam 1 bulan ini melakukan aksi demo ke PLTA Koto panjang Sabtu pagi 13/02 .
Dalam orasinya Erwinsyah,SE selaku Korlap aksi menyampaikan 3 tuntutan mereka kepada Menejer PLN Sumbagut yaitu : Pecat Menejer PLTA Koto Panjang. Kedua pecat Menejer PLN Persero sektor Pekanbaru dan ketiga ganti semua kerugian kami."tegas Erwin.
"Sebelumnya kami sudah 2 kali melakukan aksi demo ke sini namun kami hanya dijanjikan oleh pihak manajemen dan kami pernah dijanjikan bantuan 100 juta rupiah tapi untuk seluruh kabupaten Kampar, setelah kami kalkulasikan masing-masing kami hanya memperoleh 1/2 kg gula dan sebungkus teh, sememara modal kami 400 - 500 juta itupun pinjaman dari bank."ujar Erwin.
Erwin dan rekan -rekan menilai musibah banjir yang melanda Kampar dalam 1 bulan ini akibat keteledoran piiak PLTA khususnya operator dalam mengatur volume air dan ini harus diselidiki oleh pihak berwajib apakah ini memang musibah atau kesalahan para oknum di PLTA ini."pintanya.
Tampak dalam aksi demo ini Kades Empat Balai Mualimin yang langsung berorasi dan menyampaikan bahwa dia bersama kades yang lain siap memperjuangkan nasib warganya sampai ke tingkat Provinsi bahkan ke pusat.
Siregar yang mewakili menejjer PLTA Koto Panjang saat menemui para pendemo mengatakan bahwa ia berjamji akan menyampaikan tuntutan masyarakat ini kepada atasannya.
Setelah ditemui Siregar para pendemo memberikan waktu 1 minggu kepada pihak PLTA untuk menjawab tuntutan mereka dan kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib.(dpr/dir)