Kades Simpang Tiga Inhil Kesalkan Kondisi Kebun Kelapa Rakyat Rusak Di Sebabkan Abrasi
Kepala Desa (Kades) Simpang Tiga, Kecamatan Enok, Eka Susilawati, menyesalkan kondisi perkebunan kelapa rakyat yang rusak disebabkan oleh ablasi atau erosi air sungai beberapa tahun lalu.
Bahkan, menurut penuturan Eka Susilawati, kepada awak media melalui sambungan seluler, Sabtu (5/11/2016), salah satu daerah yang merupakan bagian dari Desa Simpang Tiga, 10 tahun yang lalu sempat menjadi 'primadona' penghasil kelapa. Namun, lanjutnya, sejak 7 tahun lalu, daerah tersebut telah berubah menjadi hutan belantara.
"Nama daerah yang sempat 'merajai' hasil perkebunan kelapa di Desa Simpang Tiga ini adalah Parit Panom. Dulu, Parit Panom ini letaknya terpisah dari Desa Simpang Tiga. Namun, dikarenakan tanggul jebol akibat pengikisan tanpa peremajaan, maka perkebunan kelapa di daerah tersebut mengalami kebanjiran oleh air sungai," kata Eka Susilawati.
Dampak negatif yang terasa akibat kerusakan perkebunan kelapa rakyat ini, dikatakan Eka Susilawati adalah, menurunnya jumlah pekebun dan antusiasme pemuda untuk tetap tinggal di Desa Simpang Tiga.
"Semenjak terjadi kerusakan, kebanyakan para pekebun beralih profesi menjadi nelayan. Sedangkan, para pemuda desa, terutama yang baru lulus SMA lebih memilih merantau, karena keengganan menjadi nelayan dan minimnya sumber perekonomian yang memadai yang berasal dari kebun kelapa," jelasnya.
Kendati demikian, dalam kondisi keterpurukan produktivitas perkebunan kelapa di Desa Simpang Tiga, diakui Eka Susilawati, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) cepat tanggap atas keluhan masyarakat pekebun, dengan memberikan bantuan alat berat untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kebun kelapa rakyat tersebut.
"Menindaklanjuti keluhan kami, Pemda Inhil pun langsung menyerahkan bantuan alat berat kepada pihak Desa belum lama ini. Dengan alat berat tersebut, kami berencana untuk memperbaiki perkebun kelapa masyarakat yang berada di 4 batang parit di Desa Simpang Tiga ini," pungkasnya.
Terakhir, Eka Susilawati berharap, dengan dilakukannya perbaikan terhadap perkebunan kelapa masyarakat ini. Maka produktivitas kelapa dari perkebunan tersebut dapat kembali membaik seperti sedia kala.
"Harapan kami perkebunan rakyat itu dapat diperbaiki pada tahun ini. Kondisi kerusakan kebun kelapa pada beberapa daerah di Desa Simpang Tiga ini masih belum total. Karena, batang pohon kelapanya ada, namun buahnya yang tidak ada karena terendam air. Kemungkinan kerusakan tersebut dapat pulih sekitar 20% dari kondisi semula setelah diperbaiki nanti," tutupnya. (dpr/Ard)