Petani Karet di Rohul Menangis, Pemerintah Diminta Carikan Solusi
ROKAN HULU - Petani karet dalam dua pekan terakhir benar-benar mengalami kesulitan, karena kondisi harganya benar-benar terjun, ini membuat petani semakin resah apalagi sebentar hendak mau lebaran Idul Fitri.
Salah seorang petani karet di Desa Rambah Tengah Hulu (RTH)-Pawan Akhir R, mengatakan kalau dua pekan lagi, harga getah mencapai Rp 7 ribu, namun pada pekan lalu turun menjadi Rp 6 ribu. "Kemudian pada pekan ini turun lagi pak menjadi Rp 5.200, jadi kalau kami sudah mulai bingung, apalagi bulan puasa ini harga pada mahal semuanya," kata Akhir R (26) juga memiliki tiga orang anak.
Begitu juga tanggapan dari, Sakban Warga Bangun Purba, harga getah di desa antara Rp 5.600 sampai 5.100, kalau begini kondisi, kemungkinan jangan untuk beli baju baru untuk anak-anak dan membayar zakat fitrah, untuk makan sehari-hari saja sudah sangat sulit.
"Kami tak tahu lagi gimana kondisi pak, seharusnya inilah saatnya pemerintah membantu masyarakat saat menjelang hari Raya Idul Fitri harga komoditi masyarakat malah anjlok, tolong kami pak Suparman," terangnya terlihat dengan mata berkaca-kaca.
Tambahnya lagi, kini dirinya hanya bisa pasrah semoga ujian ini yang terbaik dari Allah SWT. "Kalau begini gak tahu lagi harus bilang apa, karena kita hanya punya kebun karet, itupun hanya sekitar 60 per Kg. Bayangkanlah uang segitu cuma dapatnya pak," pungkasnya. (dpr/raj)