Realisasi Penanaman Padi di 16 Kecamatan Lebihi Target
PASIRPENGARAIAN -Realisasi penanaman padi sawah dan padi gogo di 16 kecamatan se Rokan Hulu khususnya pada musim tanam (MT) April-September 2015, telah melebihi dari target yang telah ditetapkan. Sebagaiman program dan target realisasi tanaman padi pada April-September 2015 seluas 8 ribu hektar. Namun saat ini telah terealisasi seluas 8.056,9 hektar.
Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi program dan target realisasi tanaman padi antara UPTD Pertanian Kecamatan dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Rohul, Rabu (30/9) di aula kantor Dinas TPH Rohul.
Rapat evaluasi dipimpin langsung Kabid Sumber Daya Pertanian Maizul Amri SP MMA mewakili Kepala Dinas TPH Rohul Mubrizal. "Alhamdulilah, target musim tanam padi sawah dan padi gogo yang ditetapkan pada awal penyusunan program, saat ini realisasi penanaman padi sudah mencapai target. Bahkan beberapa kecamatan telah melebihi dari target luas tanam yang ditetapkan. Secara keseluruhan tanaman padi pada MT April-September seluas 8 ribu hektar, dengan realisasi seluas 8.056, 9 hektar di 16 kecamatan di Rohul," sebut Maizul.
Diakuinya, pelaksanaan padi pada April-September, pada umumnya mengalami keterlambatan.Hal itu, akibat musim kemarau panjang yang melanda Rokan Hulu.Pengunduran jadwal penanaman padi itu tidak melebihi dari batas MT, tapi masih dalam bulan Agustus dan September. "Penanaman padi sawah dan padi gogo yang cukup besar pada bulan September. Keterlambat akibat musim kemarau. Agustus sudah dimulai, agak mundur penanamannya.Namun target penanaman padi sesuai dengan waktu yang ditetapkan," jelasnya
Maizul menambahkan, padi sawah yang telah ditanam oleh kelompok tani di Rokan Hulu, khususnya pada bulan September, mereka akan melakukan panen padi 4 bulan kedepan (Desember, red).
Dia mengaku, dalam rapat evaluasi, yang menjadi perhatian bagi kepala UPTD, terkait perkembangan tanaman padi gogo yang telah dicocok tanam di lapangan. Mengingat saat ini, intensitas curah hujan di wilayah Rohul masih rendah, yang dapat beresiko tanaman tersebut mengalami kekeringan dan rusak. Sebab, tanaman Padi gogo sangat membutuhkan curah hujan yang tinggi, karena penanaman bibit padi gogo di lahan kering. "Kita berharap pada bulan Oktober dan seterusnya, intensitas curah hujan di Rokan Hulu tinggi. Sehingga kebutuhan air untuk tanaman padi gogo mencukupi, tidak mengalami kekeringan akibat kemarau,"tambahnya.(dpr/Adv/humas)