Rohil Lakukan Kegiatan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ternak
KEGIATAN rutin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) dalam memberikan pelayanan kesehatan ternak masyarakat dalam memberantas penyakit menular, seperti rabies, flu burung, dan lainnya membawa dampak ekonomis kepada masyarakat. Upaya intensifikasi percepatan dan pengendalian itu melalui metode Paticipatory Disisase Survaillance and Response (PDSR).
Bahkan, di Kabupaten Rohil telah ditetapkan Petugas Pelayan Veteriner (PPV) yang berkompetensi PDSR yang mempunyai tugas antara lain: Melaksanakan surveillance serta response pengendalian dan penanggulangan Avian Influenza (AI) dan penyakit hewan menular lainnya pada hewan dengan melibatkan peran aktif masyarakat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) PDSR.
Kemudian, melaporkan kejadian atau kasus aktif AI dan penyakit hewan menular lainnya dalam waktu 1 x 24 jam kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil dan koordinator URC PHMS Provinsi Riau. Selanjutnya, melakukan vaksinasi untuk hewan perantara rabies milik masyarakat. Karena, rabies atau yang dikenal dengan anjing gila merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia.
"Hewan yang terserang penyakit ini memperlihatkan gejala-gejala gila sehingga rabies disebut penyakit anjing gila. Penyakit ini sangat berbahaya karena manusia atau hewan yang terserang rabies selalu berakhir dengan kematian. manusia yang tertular sebelum maninggal sangat menderita sangat penderita dengan gejala-gejala gangguan syaraf," Wakil Bupati Rohil, Erianda.
Erianda menambahkan, pelayanan rutin petugas mesik dan paramedik atas pelayanan kesehatan hewan sangat penting untuk menjaga atau mengurangi angka kematian yang mengakibatkan penurunan populasi ternak. Dengan begitu, tegas Erianda, Pemkab Rohil memerintahkan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat melalui tenaga medik yang terdiri dari dokter hewan dan sarjana peternakan memberi pelayanan kesehatan hewan atau ternak masyarakat.
"Penempatan tenaga medis dokter hewan hampir merata di kecamatan, terutama yang memiliki populasi ternak yang besar. Bahkan, peternak selalu kita imbau menyampaikan informasi apa pun kepada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) agar ternaknya dalam kondisi baik dan sehat. Dengan begitu, populasi ternak semakin meningkat," tegas Erianda. (mpr/jun)