Dari Kunjungan ke Lokasi Banjir di Bangko Pusako ,Banjir bukan dari Sumur Pengeboran Chevron
Portalriau.com - Pekanbaru, 5 November 2013 --- Menanggapi pemberitaan mengenai ‘banjir lumpur’ di pemukiman masyarakat di sekitar lokasi sumur baru PT Chevron Pacific Indonesia di Kepenghuluan Bangko Bakti, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir yang juga mengutip keluhan masyarakat tentang adanya keretakan bangunan, Chevron perlu mengklarifikasi atas pemberitaan-pemberitaan tersebut.
Beberapa waktu lalu, Chevron membangun tapak sumur untuk keperluan pengeboran di daerah Kepenghuluan Bangko Bakti. Untuk tujuan tersebut, Chevron meratakan dan memadatkan tanah di lokasi tapak sumur tersebut. Dalam pekerjaan pengeboran, Chevron melakukan prosedur yang sesuai standar keselamatan dan lindungan lingkungan. Pada proses pengeboran, Chevron menangani secara khusus fluida yang terproduksi, baik lumpur maupun air dari sumur sehingga tidak ada yang mencemari lingkungan.
Secara topografis, sumur yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut terletak di lokasi yang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya. Saat turun hujan, secara alami air akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa air hujan yang bercampur tanah kuning dari lokasi tapak sumur bukanlah air atau lumpur dari proses pengeboran, melainkan adalah air hujan yang membawa tanah dari lokasi yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah. “Sekali lagi, bukan lumpur hasil pengeboran,” jelas Manager Komunikasi Chevron, Tiva Permata.
“Namun demikian mengingat saat ini musim penghujan, Chevron akan melakukan perbaikan drainase dari lokasi sumur,” lanjut Tiva. Dalam kunjungan ke lapangan dengan beberapa wartawan, kemarin (4/11) Deny Irfanto, Team Leader - Balam FMT Chevron yang memimpin rombongan wartawan berkeliling untuk melihat secara langsung lokasi sumur dan jalur-jalur air yang telah ada sebelum sumur minyak Chevron di lokasi tersebut dibangun. Di beberapa bagian tampak terjadi penyempitan, sehingga ketika hujan deras tiba, parit dan gorong-gorong yang ada tidak akan sanggup menampung debit air yang besar.
“Kami telah berdialog dengan warga yang tinggal di sekitar sumur tentang langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk mengurangi risiko tergenang saat hujan lebat tiba. Salah satunya adalah memperlebar parit-parit lama agar mampu mengalirkan air ke kanal utama di hulu,” jelas Deny. “Disamping terus melakukan evaluasi terhadap drainase di lokasi sumur, Chevron akan mempelajari secara seksama akar persoalan terjadinya banjir. Hal ini penting untuk memastikan agar hal yang sama tak terulang di masa mendatang,” tambahnya.
Selain masalah erosi tanah akibat hujan, di Kepenghuluan Bangko Bakti ini juga ada tuntutan masyarakat atas keretakan pada beberapa bangunan. Untuk menjamin objektivitas, Chevron menyerahkan kepada Dinas PU Pemda Rohil untuk melakukan penelitian tentang sebab-sebab terjadinya keretakan, serta memberikan rekomendasi-rekomendasi. “Saat ini, kami telah menerima hasil penelitian dan rekomendasi dari tim tersebut. Untuk selanjutnya, kami akan melakukan proses-proses untuk menjalankan rekomendasi tersebut,” pungkas Deny.(red)