Jalan Wonosobo Makin Hancur
Portalriau.com – DURI – Salah satu jalur transportasi utama dari dan menuju Desa Harapan Baru, yaitu Jalan Wonosobo makin hancur saja. Hal ini dikarenakan hujan deras yang sering turun belakangan ini, sampai berkubang lumpur. Mobilitas masyarakat pun menjadi sangat terganggu. Dikatakan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Desa Harapan Baru, Ir Marbet, tak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas warga, guru dan anak sekolah, kerusakan parah yang terjadi di jalan tersebut juga membuat biaya pembangunan proyek pemerintah di Desa Harapan Baru menjadi relatif lebih mahal.
“Untuk melansir material bangunan saja RLH sangat payah. Biaya jadinya. Tahun ini Desa Harapan Baru dapat bantuan enam unit rumah layak huni. Dibandingkan membangun di Kota Duri, membangun RLH di Desa Harapan Baru terpaksa menambah biaya ekstra antara lima sampai sepuluh persen. Karenanya kita berharap CPI bisa mengaspal jalan itu,” ujar Marbet kepada Portal Riau, belum lama ini. Ditempat terpisah, ketua Aliansi Rakyat Berdaulat Kabupaten Bengkalis, Irawanto kemarin menyampaikan desakannya kepada PT CPI. “Hampir semua jalan dalam lokasi CPI diaspal. Kenapa mengaspal Jalan Wonosobo untuk kepentingan masyarakat saja payahnya minta ampun. kepedulian CPI terhadap lingkungan kita tuntut. Hanya ada dua opsi buat mereka. Aspal jalan itu atau tutup saja. Tugas CPI kan hanya memproduksi minyak, bukan membangun jalan,” tukasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer Komunikasi dan hubungan Media CPI, Tiva Permata menyebut, semua fasilitas, baik pipa, tanah, kantor maupun jalan dan lain-lain adalah barang milik Negara yang dipercayakan pengelolannya kepada Chevron. “Semua permintaan dari masyarakat yang diajukan secara resmi akan dipelajari terlebih dahulu kesesuaiannya dengan kebijakan perusahaan dan peraturan SKK Migas. Apabila memang sesuai, maka akan dilanjutkan dengan pegusulan proyek ke SKK- Migas. Langkah Chevron selanjutnya tergantung dari putusan SKK Migas,” sebut Tiva. (red)