SEKOLAH JANGAN BEBANI ANAK MISKIN
Portalriau.com –DURI – Banyak laporan dan keluhan dari wali murid keluarga miskin atau tidak mampu dibebani pihak sekolah negeri. Mestinya mereka dibantu meringankan biaya sekolah dari sumber dana batuan dari pemerintah, menyikapi kondisi dan kenyataan tersebut anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, H Arwan Mahidin Rani sangat prihatin.
“Sudah jelas keluarga sangat susah ekonominya, pihak sekolah negeri masih membebani murid membeli LKS atau buku mata pelajaran. Kalau tidak membeli diancam bisa ketinggalan belajar. Akhirnya murid kurang mau dari keluarga terpaksa membelinya. Meski harus berhutang dulu dan kapan bisa dilunasi ,” kata H Arwan Mahidin Rani kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, kalau mengacu pada PP nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, maka wali murid ada celah untuk menuntut pihak sekolah. Karena sangat jelas dan tegas sekali. Disebutkan pihak sekolah dilarang menjual buku atau sejenisnya dilingkungan sekolah.
“Wali murid belum ada yang mengajukan tuntutan hingga ke ranah hukum. Mungkin saja pihak sekolah tidak tahu jika ada peraturan itu. Menjual buku mata pelajaran dan sejenisnya ada sanksi hukum,” jelasnya.
Maraknya penjualan buku mata pelajaran dan LKS disekolah negeri karena tidak ada tindakan tegas dari dinas terkait. Praktek penjualan buku dan LKS semakin tumbuh subur dilingkungan sekolah negeri seolah dengan sengaja ditutup-tutupi. “Cukup ada tidak cukup penggunaan dana bantuan dari pemerintah seperti BOS, BOMM dan masih banyak lagi harus dipertanggung jawabkan. Namun arahnya masih belum tepat sasaran . Buktinya anak dari keluarga miskin masih dibebani membeli buku dan LKS. Meski sudah dapat beasiswa apakah anak dari keluarga miskin wajib membeli buku juga,” sebutnya. (PM/Red).