PEMUDA BERADA DIGARIS DEPAN UNTUK KABUPATEN MANDAU
BENGKALIS, PORTALRIAU.COM - Duri Kec.Mandau Kab. Bengkalis adalah salah satu penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, dan bahkan APBD Kab. Bengkalis
sumbangan terbesarnya dari Kota Minyak Duri Kec. Mandau. Kekayaan alam yang berlimpah ruah dalam perut bumi seakan menjadi bencana bagi masyarakat, demikian diuangkapkan oleh Ketua BLPM (Badan Legislatif Pemuda Mandau) Sdr. Isnaini yang baru dilantik beberapa waktu lalu di Hote Surya Duri saat di temui Wartawan PR (Portal Riau) di Sekretariat Dewan Pemuda Jl. Sudirman Duri. Dengan nada kesal dan begitu geramnya dia melanjutkan kalimat diatas “Anda tahu ? Pertama, Mengapa Kecamatan Mandau tidak bisa menjadi Kabupaten?
Kedua, Mengapa masalah tenaga kerja tidak pernah terselesaikan di Mandau?
Ketiga, Mengapa kita tidak dapat menikmati kekayaan yang ada di perut bumi Mandau?
Dan masih banyak permasalahan lagi yang mungkin bisa kita buka disini” jelas Bung Isnaini.
Lalu Wartawan PR (Portal Riau) menanyakan jawaban pertanyaan yang beliau lontarkan diatas, “Ini sudah menjadi rahasia umum jelas beliau”. Bung Isnaini melanjutkan lontaran kalimat pedasnya kepada Wartawan PR (Portal Riau), coba anda lihat di Mandau! Jumlah Bank lebih kurang 16, jumlah Notaris 22, 2 di Kabupaten Bengkalis dan 19 di Kecamatan Mandau. Infrastruktur Jalan Hangtuah dan Jl. Sudirman sudah dua jalur + dengan lampu jalannya. Mesjid Raya ada, yang tidak kalah pentingnya adalah Perusahaan Minyak Raksasa Dunia PT. Chevron ada di Kota Duri ungkap Isnaini. Dan pendukung yang lain masih banyak jika didata, namun kenapa Kecamatan Mandau tidak bisa di mekarkan menjadi beberapa Kecamatan? Apalagi menjadi kabupaten jelas Bung Isnaini. Tidak lain dan tidak bukan dikarenakan Bupati Kab. Bengkalis tidak pernah menyetujui jika Kecamatan Mandau lepas dari induknya.
Bahkan Bupati Bengkalis Bapak Herliyan Saleh M.Sc. sebelum menjadi Bupati menandatangani kontrak politik dengan masyarakat, namun apa kenyataannya sekarang. Nol besar jelas Isnaini dengan kesalnya.
Saya heran jelas Bung Isnaini, kenapa Bupati & para wakil rakyat (walaupun ada segelintir wakil rakyat yang mendukung) yang dipilih oleh rakyat dan katannya akan mendukung rakyat, tohhh kita sudah tau semua apa yang terjadi dilapangan setelah mereka terpilih.
Kami BLPM (Badan Legislatif Pemuda Mandau) hadir untuk masyarakat, dan kami pasti akan ada jika masyarakat Mandau & Pinggir terzalimi oleh siapapun.
Harapan kami dari BLPM (Badan Legislatif Pemuda Mandau) mari semua pemuda dan elemen masyarakat kita bersatu guna menjadikan Kota Duri tercinta menjadi yang lebih baik, tentunya dengan menjadikan Mandau menjadi Kabupaten, agar semua pelayanan ke masyarakat terwujud. Tentunya kita tidak usah ke sebrang pulau jika ingin mengurus dokumen yang berhubungan dengan pemerintahan.
Kita sangat sadar jelas Isnaini, bahwa untuk menjadikan Mandau menjadi Kabupaten saat sekarang ini sudah tidak mungkin secara undang-undang, namun kita yakin dan percaya dengan kekuatan Pemuda Mandau akan berubah jelas Isnaini mengakhiri kalimatnya. Dalam tempat yang terpisah, Wakil Ketua BLPM Bung Niko menyatakan saat dihubungi oleh Wartawan PR (Portal Riau) melalui ponselnya. Untuk menyikapi masalah kaburnya akan pemekaran Kecamatan Mandau - Pinggir dan tentunya juga mengenai Kabupaten Mandau, beliau mengatakan “Mandau sudah terzalimi & lebih sedih lagi banyak masyarakat Mandau dan Pinggir yang jauh dari kemakmuran alias miskin. Bagaimanapun BLPM (Badan Legislatif Pemuda Mandau) harus bisa menyikapi dan menyelesaikan permasalahan ini (tentang pemekaran daerah). Bila perlu kita harus frontal jelas bung Niko. Bengkalis saja pernah mengeluarkan ancaman kepada pemerintah pusat, jika mandau menjadi kabupaten, maka kab. Bengkalis siap bergabung dengan negara jiran, yaitu Malaysia. Kenapa kita tidak bisa. Ada apa dibalik statement ini? jelas Niko dengan kesal. Untuk masalah ini saya siap di garda depan jelas Niko. Kita yakin, kehidupan masyarakat mandau dan pinggir akan lebih makmur jika menjadi Kabupaten. Dan tak kalah pentingnya lagi, masyarakat akan lebih mudah mengurus dokumen yang berhubungan dengan pemerintahan ungkap bung Niko mengakhiri pembicaraan.(MS)