Amril Melarang Perlakukan Diskriminatif Terhadap OYPMK Dengan Alasan Apapun

Amril Melarang Perlakukan Diskriminatif Terhadap OYPMK Dengan Alasan Apapun

PINGGIR -Perlakuan diskriminatif terhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) di masyarakat membuat Bupati Bengkalis Amril Mukminin prihatin. Saat ini tidak hanya di lingkungan masyarakat saja mereka dipandang sebelah mata, eks penderita juga sering kesulitan mendapatkan layanan publik.

Mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini pun menyerukan agar masyarakat tidak mengucilkan lagi eks penderita kusta.

"Meskipun bukan d daerah kita, di beberapa tempat masih ada informasi OYPMK ditolak dalam layanan publik, termasuk layanan kesehatan," kata Amril usai penyerahan bantuan eks kusta dan kronis lainnya di Pinggir, Selasa (27/4/2016).

Amril mengatakan, adanya stigma dan diskriminasi terhadap OYPMK itu diantaranya dibuktikan dari hasil Survei Situasi Stigma dan Diskriminasi terhadap OYPMK, dan hasil Penelitian Mengenai Pemenuhan dan Perlindungan Hak OYPMK dan Keluarga Mereka yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Diskriminasi dialami OYPMK dalam bentuk penolakan di sekolah, di tempat kerja, dan dalam mendapatkan pekerjaan. Lebih memprihatinkan lagi adalah mereka ditolak di layanan kesehatan," imbuhnya.

Suami Kasmarni ini menegaskan, OYPMK juga berhak mendapatkan pelayanan di Puskesmas, di Rumah Sakit, di fasilitas apapun dan di bagian manapun. Bukan hanya di Kabupaten Bengkalis, tetapi juga di seluruh wilayah Republik Indonesia, layaknya penduduk Indonesia lainnya.

"Kami melarang perlakuan diskriminatif kepada OYPMK di daerah ini dengan alasan apapun," pungkas Amril yang pernah duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bengkalis selama tiga periode ini.

Untuk informasi, penderita kusta bisa dirawat di Rumah Sakit mana pun melalui terapi integrasi. Setelah munculnya obat kusta, masyarakat tidak perlu khawatir lagi jika menderita kusta. Kusta akan terobati dengan jangka waktu 6-12 bulan.

Setelah meminum obat rutin maka penderita akan sembuh total. Selain itu, obat tersebut juga melindungi keluarga penderita karena setelah meminumnya maka penyakit kusta tidak dapat tertular.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Bengkalis 'Nanang' Darmawi menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, bantuan eks kusta dan kronis lainnya di daerah ini sebanyak 200 orang. Khusus Pinggir 21 orang.

"Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, gula, minyak goreng, susu, handuk, sabun cuci, sabun mandi, dan beberapa jenis lainnya," jelas Nanang.(dpr/adv/hms)

Berita Terkait

Peduli Sosial, Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Khitanan Ceria Sambut 1448 H

Labuhanbatu, portalriau.com- Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Dalam rangka menyambut fajar 1448 Hijriah, Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, secara resmi…...

Senyum Syukur Warga Pematang Pudu dan Buluh Manis Sambut Paket Sembako Murah

DURI, --Portalriau.com--30 Juni 2026 – Pagi itu, Kamis (25/6/2026), suasana di Pudu Field, Duri, Kabupaten Bengkalis terasa berbeda. Sejak matahari belum tinggi, ratusan warga dari…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Resmikan KCP Bank Sumut Sei Berombang ,Perkuat Akses Layanan Keuangan Masya

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST., meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Bank Sumut Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kamis (25/06). Peresmian ini…...

Lantik 52 Pejabat Baru, Bupati Labuhanbatu: Disiplin tanpa diawasi, bertanggung jawab tanpa diminta

Labuhanbatu,Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. M.KM secara resmi melantik 52 pejabat baru yang terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Pejabat Administrator,…...

Syarat Makna Dan Budaya, Wabup Labuhanbatu Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Panai Hilir

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, menghadiri prosesi adat ritual tradisi Sedekah Bumi yang digelar khidmat oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, pada…...