Banjir Selalu Mengahtui Warga Inhil di Akhir Tahun
TEMBILAHAN - Hampir disetiap penghujung tahun, warga parit 14 dan sekitarnya di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau mengkhawatirkan meningkatnya debit air sungai Indragiri yang akan menggenangi sejumlah rumah di wilayah tersebut.
Meluapnya air sungai tersebut memang biasa terjadi ketika memasuki musim penghujan disertai pasang air sungai yang cukup tinggi yang terjadi dipenghujung tahun disetiap satu tahun sekali, sehingga sejumlah warga di daerah ini juga harus mempersiapkan diri dengan cara memindahkan barang-barang rumah tangga mereka ketempat yang lebih tinggi setiap diakhir tahunnya.
"Biasanya banjir disini dari bulan sebelas hingga dua belas setiap akhir tahun, banyak rumah-rumah warga yang tergenang air dengan ketinggian kira-kira seratus sentimeter hingga lebih jika pada puncaknya," ungkap Een salah seorang warga setempat, Senin (14/11/2016).
Jika sudah memasuki masa tersebut, warga setempat juga tidak dapat berbuat banyak karena wilayah yang menjadi tempat tinggal mereka tersebut memang berada di daerah pinggiran sungai yang dikenal dengan nama Indragiri.
"Ya mau diapakan lagi, bagi mereka yang mampu bisa saja mengantisipasinya dengan cara meninggikan tongkat (penopang) rumah mereka, tapi bagi yang tidak mampu ya harus melewati masa-masa itu dengan pasrah," ungkap Nursa warga lainnya.
Meningkatnya debit air sungai disetiap akhir tahun tersebut memang tidak hanya dirasakan masyarakat yang berada di Kota Tembilahan saja, akan tetapi hal tersebut juga dialami oleh sebagian besar masyarakat lainnya yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir, sehingga tidak hanya berimbas kepada kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan saja, akan tetapi juga berpengaruh terhadap mata pencaharian penduduk disana.
"Kalau sudah banjir datang, banyak yang jadi rusak, tanaman-tanaman di kebun juga bisa mati atau tidak berbuah lagi akibat terendam air," ungkap Hamidi, warga Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Inhil. (ard)TEMBILAHAN - Hampir disetiap penghujung tahun, warga parit 14 dan sekitarnya di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau mengkhawatirkan meningkatnya debit air sungai Indragiri yang akan menggenangi sejumlah rumah di wilayah tersebut.
Meluapnya air sungai tersebut memang biasa terjadi ketika memasuki musim penghujan disertai pasang air sungai yang cukup tinggi yang terjadi dipenghujung tahun disetiap satu tahun sekali, sehingga sejumlah warga di daerah ini juga harus mempersiapkan diri dengan cara memindahkan barang-barang rumah tangga mereka ketempat yang lebih tinggi setiap diakhir tahunnya.
"Biasanya banjir disini dari bulan sebelas hingga dua belas setiap akhir tahun, banyak rumah-rumah warga yang tergenang air dengan ketinggian kira-kira seratus sentimeter hingga lebih jika pada puncaknya," ungkap Een salah seorang warga setempat, Senin (14/11/2016).
Jika sudah memasuki masa tersebut, warga setempat juga tidak dapat berbuat banyak karena wilayah yang menjadi tempat tinggal mereka tersebut memang berada di daerah pinggiran sungai yang dikenal dengan nama Indragiri.
"Ya mau diapakan lagi, bagi mereka yang mampu bisa saja mengantisipasinya dengan cara meninggikan tongkat (penopang) rumah mereka, tapi bagi yang tidak mampu ya harus melewati masa-masa itu dengan pasrah," ungkap Nursa warga lainnya.
Meningkatnya debit air sungai disetiap akhir tahun tersebut memang tidak hanya dirasakan masyarakat yang berada di Kota Tembilahan saja, akan tetapi hal tersebut juga dialami oleh sebagian besar masyarakat lainnya yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir, sehingga tidak hanya berimbas kepada kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan saja, akan tetapi juga berpengaruh terhadap mata pencaharian penduduk disana.
"Kalau sudah banjir datang, banyak yang jadi rusak, tanaman-tanaman di kebun juga bisa mati atau tidak berbuah lagi akibat terendam air," ungkap Hamidi, warga Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Inhil. (dpr/ard)