Bayi Penderita Tumor Otak Basah Masih di RSUD Rohul Merasa Ketakutan

Bayi Penderita Tumor Otak Basah Masih di RSUD Rohul Merasa Ketakutan

ROKAN HULU-Rasa resah dan takut bercampur aduk dalam fikiran Badruddin (33) ayah dua anak ini, mengapa tidak!. 

Anak keduanya dari sang istri Yuni, yakni Muhammad Ihya menderita penyakit langka yakni tumor otak basah, kejadian baru pertama di Rokan Hulu (Rohul). 

Kini bayi tersebut masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul.

Badruddin menjelaskan, anaknya yang mengidap penyakit langka tersebut, dirawat di RSUD Rohul, sejak, ‎Senin (2/5) malam hingga saat ini, Kamis (5/5) dengan perawatan seadanya, sambil menunggu rujukan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

"Saya takut terlambat mas, karna kondisi anak saya semakin lama semakin menurun. Saya takut terlambat mas," katanya, dengan raut wajah penuh dengan kecemasan.

Kecemasan dari ayah Mauhamad Ihya ini tentu ada sebabnya, dokter yang menanganinya di RSUD Rohul, mengungkapkan, anak keduanya ini harus cepat-cepat di Rujuk ke RSUD Arifin Achmad kota Pekanbaru, karena bila lebih dari 1 Minggu akan berbahaya bagi nyawa Muhamad Ihya.

Diakuinya, kondisi anaknya semakin lama semakin memburuk, dari berat badan. Awal dilahirkan berat badan mencapai 3,3 Kg. Namun kini berat badanya hanya mencapai 2,8 Kg saja. Hal ini menambah kecemasan dirinya.

Saat ditanya apa sebab, Muhamad Ihya tak kunjung di Rawat di RSUD Arifin Achmad, Dikatakan, pihak Rumah sakit mengaku masih menunggu, karena ruanganya penuh, dan harus menunggu. "Saya khawatir mas, kalau lewat satu minggu, nyawa anak saya gak bisa tertolong lagi. Jadi saya bingung. Semoga pihak RSUD Arifin Achmad bisa dengan cepat menyediakan tempat utuk anak saya," imbuhnya.

Warga Desa Sikebau Jaya Rokan IV Koto ini juga selalu merasa sedih melihat kondisi anaknya, pasalnya tumor otak basah yang dideritanya terus mengeluarkan darah, tak tahu lagi harus melakukan apa. Jika dipindahkan ke RS Swasta dirinya tak mampu membayar.

Diakuinya, pemerintah melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disosnakertrans) Rohul,  sudah membantunya, dengan membuatkan Jamkesda serta bantuan lainya, agar anaknya bisa segera di Rujuk ke RSUD Arifin Achmad.

Badruddin berharap kepada pihak rumah sakit RSUD Arifin Achmad bisa segera menyediakan tempat untuk anaknya di Rawat. Dirinya takut nyawa anaknya tidak bisa diselamatkan, karena waktu yang terlalu lama.

"Kalau di RS Swasta saya mana sanggup mas, makanya saya RSUD itupun pakai Jamkesda. Saya cuma petani mas, mana ada uang banyak. Apalagi saya dengar biaya pengobatanya mencapai Rp 50 juta, " ucapnya.

Saat ditanya kondisi sang istri, Badruddin mengaku istrinya masih dalam keadaan kurang sehat serta masih menyembunyikan keadaan anaknya kepada sang istri. "Istri saya belum saya kasih tau mas, saya takut nanti shok dan keadaanya semakin buruk. Pasalnya saat ini keadaan istri saya masih kurang sehat," tuturnya.

Hingga  kini, istrinya masih belum melihat anak yang baru dilahirkanya, sebab setelah melahirkan Muhamad Ihya sudah dilarikan ke RSUD Rohul untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. "Nantilah saya kasih tau istri saya kalau sudah keadaanya membaik. Saya masih takut mas," sebutnya.

Sementara Plt Direktur RSUD Pasir Pengaraian  Muhammad Yakub mengakui , pihaknya telah melakukan koordinasi  dengan pihak ‎RSUD Arifin Achmad terkait rujukan dari muhamad Ihya tersebut. Namun pihak RSUD Arifin Achmad, mengaku ruangan tempat perawatan untuk Muhamad Ihya belum ada, karena ruangan masih penuh. "Kalau kita paksakan juga ke RSUD Arifin Achmad, saya takut nanti disana di telantarkan. Kalau disini kan masih kita lakukan perawatan," jelasnya.

Yakub juga menuturkan, rujukan dari Jamkesda hanya di RSUD Arifin Achmad, jadi pihaknya tidak bisa merujuk ke RS swasta di Pekanbaru. "Kita akan tetap berkoordinasi, untuk secepatnya mendapatkan perawatan bagi Muhamad Ihya, ‎di RSUD Arifin Achmad, kalau sudah ada tempat, kita akan segera rujuk kesana," pungkasnya. (dpr/raj)

Berita Terkait

Peduli Sosial, Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Khitanan Ceria Sambut 1448 H

Labuhanbatu, portalriau.com- Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Dalam rangka menyambut fajar 1448 Hijriah, Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, secara resmi…...

Senyum Syukur Warga Pematang Pudu dan Buluh Manis Sambut Paket Sembako Murah

DURI, --Portalriau.com--30 Juni 2026 – Pagi itu, Kamis (25/6/2026), suasana di Pudu Field, Duri, Kabupaten Bengkalis terasa berbeda. Sejak matahari belum tinggi, ratusan warga dari…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Resmikan KCP Bank Sumut Sei Berombang ,Perkuat Akses Layanan Keuangan Masya

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST., meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Bank Sumut Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kamis (25/06). Peresmian ini…...

Lantik 52 Pejabat Baru, Bupati Labuhanbatu: Disiplin tanpa diawasi, bertanggung jawab tanpa diminta

Labuhanbatu,Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. M.KM secara resmi melantik 52 pejabat baru yang terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Pejabat Administrator,…...

Syarat Makna Dan Budaya, Wabup Labuhanbatu Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Panai Hilir

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, menghadiri prosesi adat ritual tradisi Sedekah Bumi yang digelar khidmat oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, pada…...