Buku Ramadhan Tidak Terlihat Lagi di Rohil
BAGANSIAPIAPI - Mungkin sebagian dari anda pernah memiliki buku Ramadhan yang berisi lembaran-lembaran yang harus diisi dengan ringkasan ceramah tarawih plus tanda tangan dari ustadz penceramahnya. Sayangnya, pada Ramadhan 1437 Hijriyah tahun ini tidak ada lagi anak-anak yang datang kesejumlah masjid maupun Musala dengan membawa buku ramadhan agar ditanda tangani oleh ustad pemberi tausiah ceramah.
"mendengarkan ceramah dan mencatat isi ceramah dan berlomba-lomba mendapatkan tanda tangan dari ustad saat sholat tarawih hingga puasa kedua tidak ada terlihat dilakukan oleh anak-anak sekolah. Bahkan kabar yang didapat pada ramadhan tahun ini buku ramadhan itu memang ditiadakan lagi atas ajuran pemerintah, "kata Kakan Kementrian Agama (Kemenag) Rohil, H Agustiar Sag, Rabu (8/6) kemaren.
Ia menjelaskan, kalau tidak ada larangan bagi pihak sekolah menerapkan siswanya menggunakan buku ramadhan. "kalau anjuran memang tidak ada, akan tetapi jika ada sekolah yang menerapkan siswanya menggunakan buku ramadhan itu malahan justru sangat bagus, "katanya. Ditambahkan, tidak adanya pihak sekolah yang menganjurkan siswa menggunakan buku ramadhan memang sudah tidak dianjurkan oleh pemerintah, "tegasnya.
Sementara itu, Salah satu orang tua siswa, Krisna (28) mengaku kalau dirinya dulunya merasa senang kalau anaknya mendapatkan buku ramadhan. Pasalnya, dengan adanya buku ramadhan itu membuat anak lebih termotivasi datang kemasjid ataupun musala. "kita memang berkeinginan buku ramadhan ini ada setiap tahunnya supaya anak-anak bisa tarawih untuk mendengarkan ceramah agama, "harapnya.
Keberadaan buku ramadhan itu kata Krisna sangat bermanfaat. Selain anak rajin kemasjid atau musala juga berguna bagi mereka untuk menciptakan sikap beriman dan tambahan ilmu agama. "jika memang tahun ini tidak ada mungkin dikarenakan siswa libur sekolah, selaku orang tua kita berharap ramadhan tahun depan buku ini harus diadakan kembali, "harap Krisna. (Dpr/Af)