Bupati Bengkalis Ingin MTQ ke-XLII Mandau untuk Mengaktifkan Magrib Mengaji
DURI --- Tak ada asap bila tak ada api, begitu pepatah mengatakan. Artinya, segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya. Begitu pula dengan maraknya kasus narkoba dan pergaulan bebas di tengah masyarakat, tidak terkecuali di kalangan umat Islam di Kecamatan Mandau.
Menurut Bupati Bengkalis Amril Mukminin, maraknya kedua kasus itu, sebenarnya bukan disebabkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semata, yang memang tidak bisa kita hindari. Lebih-lebih dalam tatanan kehidupan yang memang sudah tanpa sekat waktu dan wilayah, seperti sekarang ini.
"Adapun esensi penyebab utamanya, dikarenakan umat Islam, kian jauh dari filter penyaring kedua perilaku negatif tersebut. Bahkan, tak sedikit yang tak lagi menggunakan tameng itu untuk menangkisnya," jelas Amril, ketikamembuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-XLII tingkat Kecamatan Mandau, Sabtu (16/4/2016) malam.
MTQ yang mengambil tema 'Melalui MTQ ke-XLII Tahun 2016 Kecamatan Mandau, Mari Kita Aktifkan Maghrib Mengaji dan Amalkan Isi Kandungan Al-Qur'an dan Jauhi Narkoba dan Pergaulan Bebas' itu, dipusatkan di halaman Gedung LAM Riau, Kelurahan Batang Serosa, Duri.
Adapun filter yang dimaksudkan itu, kurangnya pengetahuan, pemahaman dan pengamalan isi kandungan Al-Qur'an, sebagai salah satu rujukan pertama dan utama dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.
Dikatakannya, dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman isi kandungan Al-Qur'an, sejak beberapa tahun lalu, di Kabupaten Bengkalis telah dicanangkan program magrib mengaji.
Namun, imbuhnya, melihat kondisi riil saat ini, dimana kasus narkoba dan pergaulan bebas, khususnya di Mandau, masih kerab terjadi di kalangan umat Islam, maka tak berlebihan bila program itu dapat katakan belum menjadi sebuah gerakan masyarakat.
"Belum menjadi kebutuhan dan budaya di sebagian besar dari kalangan umat Islam di Mandau," ujarnya.
Karena itu, dijadikannya MTQ ke-XLII Mandau ini, sebagai momentum untuk lebih mengaktifkan maghrib mengaji dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an, guna menjauhi narkoba dan pergaulan bebas, sebagaimana tema yang diusung, dinilai Amril, sangat tepat dan merupakan keinginan yang sangat bernas.
Sebab itu pula, karena tema MTQ ke-XLII itu merupakan azam bersama umat Islam di Mandau, Amril sangat mengharapkan, agar tema itu bukan sekedar tulisan di atas pasir, yang akan hilang tak berbekas ketika dihembus angin.
"Tapi jadikanlah pahatan kata-kata indah di atas batu yang setiap saat dapat kita lihat dan kita ingat. Kemudian diwujudkan dalam keseharian. Khususnya di tengah-tengah keluarga kita. Oleh siapapun, kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun," ajaknya.
Amril optimis, jika sebagai unit terkecil dari masyarakat, setiap keluarga Islam di Mandau dapat mewujudkannya, berbagai penyakit masyarakat yang ada di kecamatan ini, dapat kita minimalisir sekecil mungkin. Tidak terkecuali narkoba dan pegaulan bebas.(dpr/adv/hms)