Hadiri Wirid Bulanan Rutin, Achmad-Hafith Pamitan Dengan Jemaah Naqsabandyiah
ROKAN HULU-Bupati Rokan Hulu (Rohul) Achmad dan wakil Bupati Rohul Hafith Syukri mengucapkan salam perpisahan pada ribuan jemaah Tareqat Naqsabandiyah dari 16 kecamatan se-Rohul, Selasa (5/4) pada kegiatan wirid rutin bulanan di surau Suluk Syekh Ibrahim, Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah.
Selain mengucapkan ucapan terima kasih kepada seluruh jemaah tareqat naqsabandiyah yang selama ini sudah mendukung serta mendoakan kelancaran tugas keduanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati, Achmad Hafith Syukri juga menyampaikan permintaan maaf nya jika selama ini terdapat kesalahan dan kesilapan dalam menunaikan tugas.
"Kami dulu datang menampakan muka, jadi disaat hendak pergi pun harus menampakan muka dan punggung, itulah yang diajarkan agama dan nenek moyang kita," ujar Achmad saat menyampaikan kata- kata pamit kepada ribuan jemaah.
Selain di hadiri ribuan jemaah Tareqat Naqsabandiah, wirid bulanan rutin ini turut dihadiri Rektor Institut Sains Al-Quraan, Mustafa Umar, Ulama Kondang, Ustad Abdul Somad, Camat, Kepala Desa, Tuan guru, khalifah, mursyid, dari 16 kecamatan se Rohul.
Bupati Rohul mengaku, jemaah Naqsabandiyah tidak bisa dilepaskan, dari berbagai capaian Keberhasilan selama ini diraih. Selama 10 tahun menjabat sebagai Bupati Rohul, dirinya dan jemaah Naqsabandiyah sudah terbangun hubungan kebatinan yang kuat.
Achmad mengaku, doa yang dipanjatkan Jemaah Naqsabandiyah selalu menyertai dalam bertugas sehingga memberikan kekuatan dan keyakinan dalam mengambil sebuah keputusan ataupun kebijakan. “Berkat doa mereka kepada Allah SWT, kami merasakan ketenagan dalam bertugas 10 tahun ini, jika ada hal yang berat menyulitkan terasa menjadi ringan indah dan mudah mendapatkan solusi jalan keluarnya,” tutur Cucu Syek Ibrahim Al-Khalidi Naqsabandi itu.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Achmad mengaku dirinya tetap akan mengikuti kegiatan-kegiatan peribadatan Tareqat Naqsabandiyah, karena menurutnya, amalan Tareqat Naqsabandiyah merupakan ibdah yang tidak boleh terputus. " Kegiatan rutin Insya Allah saya akan tetap ikut, meski dari sisi peranya nantinya akan terbatas, karena bagaimanapun juga peran bupati kedepan masih sangat diharapkan oleh jemaah tareqat naqsabandiyah untuk pengembangan tareqat ini kedepanya,” tuturnya.
Meski tetap akan mengikuti kegiatan rutin, Achmad mengaku peranya dalam pengembangan Tareqat Naqsabandiyah akan lebih terbatas dibandingkan saat menjabat, karena pemerintah baru tentunya memiliki kebijakan sendiri. Namun, ia berjanji tetap berupaya semaksimal mungkin melakukan peran yang bisa dilakukanya dalam pengembangan Tareqat Naqsabadiyah di Rohul. salah satunya seperti memfasilitasi dan komunikasi dengan pihak lain, untuk bersama-sama mengembangkan tareqat naqsabandiyah kedepan.
Achmad berhrap pembangunan pondasi-pondasi Program keagamaan khusunya pengembangan tareqat naqsabandiyah yang sudah dibangun dimasanya dapat dilanjutkan dan ditingkatkan Bupati terpilih Suparman Sukiman, karena hal tersebut adalah sendi identitas Kehidupan masyarakat rohul yang dikenal sebagai negeri seribu suluk.
"Harapan kita apa yang sudah kita bangun dapat dilanjutkan karena ini aset kita, milik kita bersama, program-program keagamaan ini telah membawa kedamaian kenyamanan dan kerukunan kepada kita tentunya ini harus dilanjutkan dan ditingkatkan pemerintah baru kedepan,” pungkasnya (dpr/raj)