Masyarakat Menangis, Kabar Bupati Rohul Ditahan KPK
ROKAN HULU-Masyarakat Rokan Hulu (Rohul), Utcok Hasibuan alias sahat, menangis mendengar kabar, kalau Bupatii Rohul, Suparman telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, bahkan ada juga yang sempat pingsan mendengar berita tersebut.
Hal tersebut, terjadi di Kecamatan Rambah, Sahat, mendengar orang nomor 1 di Rohul, Suparman telah diamankan KPK-RI, tiba-tiba laki-laki separoh umur langsung matanya berkaca-kaca, tiba-tiba dia roboh harus dipapah kedalam rumah.
Setelah ia sadar, dirinya tak merasa mungkin kalau Bupati Rohul akan ditangkap KPK, "Soalnya pak Suparman sering sampaikan di depan umum, kalau dirinya mengakui tidak menerima uang korupsi itu, makanya kami yakin bersih dan kami berbondong memilihnya," ujarnya.
Kemudian warga lainnya, Andi, menyatakan, selama dua bulan terkahir Suparman memipin Rohul dampaknya sangat dirasakan masyarakat, mulai dari hilang kafe-kefe di Wilayah Kecamatan Rambah, selama ini menjadi dilema di masyarakat, termasuk semakin membludaknya pengunjung Masjid Agung Nasional Islamic Center (MANIC) Rohul.
"Apalagi baru dua hari para pegawai honorer gajian, setelah APBD Rohul disahkan, kami sangat berharap kepada KPK arif dan bijak, apakah gara-gara hal spele terus putra terbaik Rohul ini akan menjadi korban," tuturnya sambil berurai air mata atau yang dikenal dengan Utcok Capot.
Di tempat berbeda, Fahrin W, menilai kepemipinan Suparman dinilai sangat pluralisme, buktinya, tidak pernah membeda-bedakan suku, agama dan ras, tapi lebih mengedepankan kebersamaan. "Kita semua merasa terlindungi, baik suku Jawa, Melayu, Batak, Mandailing, Nias, Minang dan suku-suku lainnya. Tapi kami yakin KPK itu tau mana yang terbaik untuk rakyat, karena pada intinya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pemerintah itu bertujuan untuk memamurkan rakyat," pungkasnya.
Terus terang, kehadiran Suparman sebagai Bupati Rohul, menjadi seberkas cahaya dan harapan bagi Rohul, kalau daerah akan lebih baik dan lebih maju kedepannya, buktinya dengan konsep kebersamaan banyak kegiatan yang sukses ditaja hanya dengan bermodalkan kekompakan di tengah-tengah masyarakat, tanpa harus bergantung pada keuangan pemerintah.
"Pola seperti ini yang sebenarnya yang dicari dalam pemimpin tersebut tidak hanya bergantung pada keuangan pemerintah, jika KPK telah berbuat adil untuk Bupati Rohul, Suparman berarti telah berbuat adil untuk rakyat Rohul," tukas Fahrin Waruwu yang Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Rohul..
Terpantau di seputaran Kota Pasir Pangaraian, masyarakat sibuk membicarakan peristiwa penangkapan Suparman yang juga Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau, hal menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.
Sebelumnya, ketika dikonfirmasi kepada Rasman Arief Nasution, melalui telpon genggamnya, Penasehat Hukum, Suparman, mengaku kalau kilennya tidak bersalah dan dirinya siap membuktikan itu di Pengadilan Tipikor nantinya.
"Sebelumnya saya juga menyarankan kalau Suparman melakukan prapradilan sesuai dengan bukti-bukti yang ada, namun Suparman siap memaparkan kebenarannya, kalau klien kita tidak bersalah, saya hakqul yakin itu, kalau klien saya tidak bersalah," tuntasnya.(dpr/raj)