Menangkal Radikalisme Ditanah Melayu, Abdulrahman Ayub : Teroris Anggap NKRI "Kafir"
BAGANSIAPIAPI - Untuk menangkal Paham Radikalisme khususnya ditanah melayu, Badan Nasional Penasehat Teroris (BNPT) mengutuskan penasehatnya, Abdul Rahman Ayub yang merupakan mantan teroris ke kabupaten Rokan Hilir (Rohil) untuk memberikan tausiah terkait bahayanya pengaruh paham radikalisme dikalangan remaja. Ditunjukannya Rohil sebagai tempat memberikan tausiah dikarenakan dulunya negeri seribu kubah pernah menjadi tempat persembunyian teroris, Nurdin M Top.
Bupati Rohil, H Suyatno mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian polda riau yang telah menunjuk rokan hilir sebagai tempat safari dahwah tentang bahaya paham radikalisme. Dirinya berharap dengan adanya tabliq akbar ini mampu memberikan pelajaran bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh dengan ajaran sesat. Dengan begitu negeri seribu kubah kedepannya bisa terbebas dari ancaman teroris dan paham lainnya yang menyimpang dari ajaran islam.
Sebagaimana yang kita ketahui kalau Al-Ustad Abdul Rahman Ayub ini dulunya pernah bergabung dan menjadi pemimpin kelompok terorisme selama 15 tahun. Dalam perjalanan yang cukup panjang dan telah menjelajahi berbagai negara didunia itu tentunya memiliki pengalaman dan penderitaan selama beliau bergabung dengan kelompok teroris. "alhamdulillah saat ini abdul rahman bisa bertaubat dan insaf serta kembali keajaran allah Swt, "ujar Suyatno.
sementara itu, Al-Ustad Abdul Rahman Ayub yang didampingi oleh Ustad abdul rahman keken serta moderator dari pekanbaru dalam tausiahnya mengatakan, Sebelum bergabung dikelompok teroris, dirinya dulu hanya ingin mencari ilmu tambahan tentang keagamaan dinegara Afganistan. Setibanya ditanah arab itu dirinya mendapatkan guru yang juga merupakan ustad yang mengajarinya tentang keagamaan. Namun, ajaran itu sangat berbeda dengan ajaran keagamaan sehari-hari yang membuat dirinya menjadi teroris, "katanya.
Setelah bergabung dikelompok teroris, dirinya mengikuti berbagai latihan dan bergabung diakademi militer selama lebih kurang 3 tahun. dalam pelatihan itu, dirinya juga sempat berperang dengan negara prancis dan ditawarkan untuk bergabung dengan osama bin laden. setelah itu, dirinya didoktrin oleh kelompok itu dengan menganggap negara asal serta pemimpin yang ada "kafir" dan menjadi sasaran untuk diperangi.
NKRI beserta pemimpin-pemimpinnya mulai dari tingkat atas hingga ketingkat Rukun Tetangga (RT) dianggap "kafir. Selain itu, para petugas kepolisian maupun TNI menjadi salah satu target yang harus dibasmi. "dalam kelompok teroris polisi dan TNI itu darahnya dihalalkan, artinya bisa dibunuh kapan saja, "kata Abdul Rahman Ayub.
Ayub mengakui keberadaan teroris diindonesia pada zaman kepemimpinan Presiden Soeharto tidak bisa bergerak dikarenakan aparat dan memiliki intelijennya yang sangat banyak untuk memperketat keamanan. "dizaman soeharto kami tidak bisa hidup diindonesia, makanya kami pindah kenegara malaysia dengan menyamar sebagai pedagang penjual Martabak agar bisa merekrut anggota, "terangnya.
Dilanjutkan, Dirinya insaf dan kembali kenegara Indonesia saat dirinya dimutasikan oleh pimpinan teroris ke negara prancis untuk merekrut anggota sebanyak mungkin. Untuk merekrut anggota kita kelompok teroris itu harus bisa menguasai minimal 3 bahasa yakni bahasa arab, inggris dan indonesia. Nah, diprancislah saya bertaubat dan kembali kenegara asal, indonesia.
"kalau dulu saya mengajak anggota untuk bergabung dikelompok teroris sebanyak mungkin, saat ini saya harus mengajak masyarakat dengan tausiah yang diberikan agar jangan mudah terpengaruh dengan ajaran radikalisme disetiap daerah,"ujarnya. dirinya juga mengingatkan masyrakat agar menghindari ajaran dengan ciri-ciri dengan membuka pengajian secara bersembunyi, tidak ingin berteman dan sering menyendiri, dan lain sebagainya, "pesan Ayub.
Tabliq Akbar itu dilaksanakan dimasjid Agung, Bagansiapiapi pada Kamis (17/3) malam dengan dihadiri Bupati Rohil H Suyatno, Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan, Plt Sekdakab Rohil Drs H Surya Arfan Msi, Kapolres Rohil AKBP Subiantoro SH Sik, Dandim 0321 Rohil Kapt Arh Bambang Sukisworo, para Asisten, Pimpinan SKPD, Ketua MUI Rohil Drs H Wan Achmad Syaiful Msi, Para Kapolsek, Camat dan datuk penghulu serohil, para Tokoh Agama, dan ribuan Jamaah. (Dpr/Af)