MUI Minta Perangkat Desa Sebarkan Isi Tausiah Abdulrahman Ayub Ke Masyarakat
BAGANSIAPIAPI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meminta perangkat desa yang menghadiri Tabliq Akbar dari Al-Ustad Abdulrahman Ayub pada Kamis (17/3) malam kemaren dimasjid Agung, Bagansiapiapi agar menyebarkan isi tausiah tersebut ketengah masyarakat. Pasalnya, Isi kandungan dari Tausiah yang disampaikan mantan teroris itu sangat positif untuk menangkal ajaran Radikalisme ditanah melayu, khususnya dinegeri seribu kubah.
"isi tausiah yang disampaikan sangat positif dengan pesan-pesan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh dengan ajaran radikalisme yang sesat tentang pengertian Jihat. Sayangnya, tausiah itu hanya dijatahkan satu kali setiap kabupaten/kota, kalau seandainya memungkinkan kita akan laksanakan disetiap kecamatan dirohil, "kata Ketua MUI Rohil, Drs H Wan Achmad Syaiful Msi, Minggu (20/3) melalui pesan BlackBarry Massengernya.
Menurut Wan, tausiah yang diberikan secara langsung oleh Ustad abdulrahman Ayub itu sangat positif baik dari segi pendidikan militer maupun pengalamannya selama 15 tahun ikut serta sebagai teroris. "kita lihat jamaah yang datang kemajid kemaren sangat penuh, nah ini menandatakan jamaah ingin tau dan mendengar langsung kenapa abdul rahman Ayub sampai masuk sebagai teroris dan kenapa pula ia taubat dan kembali kepangkuan ibu pertiwi yakni NKRI, "tuturnya.
Dilanjutkan, tausiah yang disampaikan abdulrahman ayub yang juga merupakan penasehat Badan Nasional Penasehat Teroris (BNPT) itu pertama kita mendapatkan pelajaran selama ia masuk teroris. "awalnya ia tidak memiliki ilmu, kemudian diajar oleh guru agama arti jihat yang salah dengan menganggap pemerintah RI beserta pemimpinnya Kafir atau Toud dan harus diperangi terutama aparat berseragam coklat, "urainya.
Kemudian ia mendapatkan kebesaran dan ridho dari allah SAW membuat beliau sadar bahwa ilmu yang didapatinya tidak benar dalam ajaran islam dan bertaubat. Nah, dengan pengalaman dan pelajaran yang diberikan ini kita mengingatkan kepada para Ustad, pengurus MUI Kecamatan, para guru pendidik, camat, lurah, datuk penghulu agar bisa melanjutkan cerita yang disampaikan ustad Abdulrahman Ayub itu ketengah masyarakat agar para anak muda tidak terpengaruh dengan ajaran agama yang sesat terutama tentang pengetian Jihat, "pesan Mantan Kadispenda Rohil ini. (Dpr/Af)