Pemda Inhil Gelar Serangakaian Acara Peringatan Gema Muharam
TEMBILAHAN - Dalam rangka peringatan Gema Muharram 1438 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata menggelar berbagai rangakaian kegiatan.
Sejumlah kegiatan yang kental bernuansa religius akan digelar mulai tanggal 1 Oktober hingga hari puncaknya 11 Oktober atau bertepatan 10 Muharam Hijiriah.
Berbagai kegiatan dan perlombaan tersebut, Doa peralihan tahun, lomba shalawat nariyah, lomba syair ibarat khabar kiamat (karya tuan guru sapat), lomba rebana, penampilan musik islami, penampilan puisi religi, dan pada hari puncak pawai takruf, istighosah, buka puasa bersama dengan bubur asyura, berdah dan habsyi yang akan digelar di lapangan Gajah Mada Tembilahan.
Pada acara puncak itu juga, Disporbudpar Inhul akan menampilkan seni musik 1.000 Berdah. "Kita akan menampilkan 1.000 Berdah dalam puncak peringatan Gema Muharram. Hadir juga nanti penceramah Ustad Riza Muhammad dari Jakarta," ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata, Inhil, Junaidi Ismail.
"Kita akan menampilkan 1.000 Berdah dalam puncak peringatan Gema Muharram yang akan datang. Hadir juga nanti penceramah Ustad Riza Muhammad dari Jakarta," ungkap Junaidi.
Ditambahkan Junaidi, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara guna mempertahankan serta melestarikan seni musik Budaya Melayu.
"Ini merupakan langkah kita melestarikan seni musik Berdah. Ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Berdah kepada para generasi muda," jelasnya.
Dikatakan Junaidi, Kegiatan gema muharram sudah masuk dalam kalender iven wisata Propinsi Riau yang di lounching oleh Bapak Gubernur Riau di Kementerian Pariwisata RI dalam acara Riu Menyapa Dunia beberapa waktu lalu.
Junadi berharap dukungan semua pihak agar kegiatan tahunan Inhil tersebut berjalan dengan lancar sesuai apa yang diharapkan. "Kita minta dukungan semua pihak mensukseskan acra ini karena kita ingin menjadikan pergantian tahun hijriah menjadi kebanggaan dan kebahagiaan kita semua," tutup Junaidi. (dpr/Ard)