Pemdes Sei Nyiur Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS
TEMBILAHAN - Dalam menerapkan dan mengkampanyekan pola hidup sehat serta bebas dari penyakit masyarakat (Pekat) dan narkoba harus dimulai dari aparatur pemerintah.Terlebih lagi di daerah pedesaan, aparatur pemerintah harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sei Nyuir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, H. Palaloi di sela-sela kegiatan sosialisasi HIV/AIDS dan narkoba, Rabu (09/11/2016) di balai desa Sei Nyiur.
Dikatakan Palaloi, jika aparatur pemerintahnya sudah tidak sehat, bagaimana mampu untuk meproteksi (melindungi) masyarakatnya dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan penuralan HIV/AIDS.
"Kalo pimpinannya tidak sehat gimana masyarakatnya mau sehat juga, jadi kita harus menjadi contoh bagi masyarakat, kita sampaikan masyarakat harus jauhi narkoba, kitanya haru bebas narkoba juga," ungkap Palaloi.
Ditambahkan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa se-Indonesia (Apdesi) Kabupaten Inhil itu, kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang sangat luar biasa mengancam generasi muda saat ini.
"Sekarang dikampung saya yang saya takuti bukan perampok dan maling, tapi yang paling saya takuti saat ini adalah narkoba," ujar Palaloi.
Masalah HIV/AIDS, Inhil ternyata penyumbang tertinggi di Riau untuk penyakit yang sangat membahayakan ini. Data akhir tahun 2015, ditemukan sebanyak 143 kasus HIV AIDS di Kabupaten Indragiri Hilir.
Untuk itu dalam kegiatan sosialisasi yang digelar melalui Program unggulan Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tersebut, tidak hanya masyarakat, Palaloi juga mewajibkan seluruh perangkat desa untuk mengikuti cek HIV/AIDS, dirinya pun tak ketinggalan.
Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu, Kapolsek Tanah Merah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Merah dan tenaga medis dari Puskesmas Tanah Merah serta pihak falisilitator kecamatan dan pendamping desa dari program DMIJ. (Ard)