Penyaluran Raskin Dalam Tahap Penggodokan Biaya Operasional
BAGANSIAPIAPI - Hingga sejauh ini penyaluran beras miskin (Raskin) dikabupaten Rokan Hilir (Rohil) belum disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Pasalnya, Penyaluran Raskin saat ini masih dilakukan penggodokan oleh bagian ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setdakab Rohil terkait dengan biaya operasionalnya.
"saat ini masih dilakukan penggodokan terkait biaya operasionalnya, karena raskin tahun 2016 ini merupakan program dari Bupati Rohil, H Suyatno Amp yang nantinya diberikan kepada masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya sepersenpun, "kata Camat Bangko, H Julianda S Sos, Jumat (15/4) diruang kerjanya.
Dijelaskan Julainda, Kalau ditahun sebelumnya penyaluran raskin ini masyarakat diwajibkan membayar Rp3000/perkilogramnya. Nah, kalau tahun ini tentunya kita harus menghitung kembali berapa besaran dana operasional seperti Kos Angkut, Kos Bongkar Muat, dan Kos lainnya.
Kendati demikian, pihak kecamatan sudah siap menerima raskin itu untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat secepatnya. "jika sudah ada keputusan dan ketetapan berapa biaya dari bagian Ekbang, maka kita siap menyediakannya dan selanjutnya mendistribusikan raskin tersebut kepada masyarakat yang berhak menerimannya, "janjinya.
Diterangkan Mantan Camat Sinaboi ini, pengratisan raskin ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi angka kemiskinan dan memenuhi kebutuhan pangan masyrakat miskin yang ada dinegeri seribu kubah. Agar program ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan, pihak kecamatan Bangko sebelumnya telah meminta kepala desa untuk membuat data yang valid agar raskin itu tepat dengan sasarannya, "aku Julianda.
Sebelumnya, Bupati Rohil H Suyatno Amp mengatakan kalau pemkab rohil telah menganggarkan dana di APBD Rohil sebesar Rp20 Miliar untuk Raskin. Dimana anggaran itu khusus untuk membeli raskin kepihak Bulog yang selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya secara gratis.
Jika hal ini terealisasi, maka kabupaten Rohil menjadi kabupaten ketiga yang memberikan raskin secara gratis kepada masyrakat setelah Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Selain itu, program ini juga sangat diyakini akan mampu mengurangi beban masyarakat miskin yang tersebar di 18 kecamatan di Rohil.
Ditempat berbeda, Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan beberapa waktu yang lalu juga mengatakan kalau anggaran raskin yang diusulkan oleh pemkab Rohil sebesar Rp20 Miliar telah disetujui oleh DPRD Rohil. Disetujuinya anggaran itu sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyrakat miskin yang ada dirohil.
"meski saat ini terjadi devisit anggaran, namun untuk raskin tetap diprioritaskan karena menyangkut kebutuhan banyak orang. Sampai saat ini masih banyak kita temukan penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan, mudah-mudahan dengan anggaran itu masyarakat miskin dirohil bisa terbantu, "harapnya.
Dijelaskan Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) rohil ini, anggaran itu nantinya akan diberikan kepada masyarakat berupa beras secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. "yang jelas raskin itu gratis untuk masyarakat miskin dan keseluruhannya telah dibiayai oleh pemkab Rohil, "ujarnya.
Dirinya juga berharap dengan adanya raskin gratis ini kedepannya tidak ada lagi ditemukan masyarakat yang datang keinstansi pemerintah maupun kerumah-rumah pejabat meminta bantuan untuk membeli kebutuhan keluarganya berupa beras, "Harap Nasruddin. (Dpr/Af)