Permainan Tradisional

Permainan Tradisional "Kuda Kupeng" di Pawan-Rohul, Unik dan Butuh Pelestarian

ROKAN HULU-Permain usia anak-anak sampai remaja di Huta Pawan, Desa Rambah Tengah Hulu (RTH), Kecaamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terlihat sangat unik dan butuh pelestarian dari masyarakat serta dorongan pemerintah untuk pembinaannya.

"Kuda Kepang" di Pawan, sangat berbeda dengan Kuda Kepeng ala pulau jawa yang terbuat dari bambu dianyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda.

Tapi Kuda Kepang di Pawan itu, bagian kepala anak-anak dibalut pakai kulit pohon Enau atau biasa dikenal dengan "Ijuk" berwarna hitam, kemudian tubuh dibalut pakai daun-daun Pakis atau bahasa tempatan dikenal dengan Pahu.


Awalnya, ini dipergunakan untuk penyamaran ketika perang gerilya di Zaman Belanda, sehingga musuh tidak mengenalinya, sebab tubuhnya dipenuhi dedaunan dan bagian kepala ditutup dengan kulit pohon Enau.

Tapi setelah masa peperangan usai, itu tetap lestari tapi hanya dipergunakan untuk arena hiburan anak-anak di saat-saat lebaran Idul Fitri, mereka berjalan mengelilingi kampung dengan menyalami masyarakat yang secara kebetulan nanti berdiri di pinggir jalan. 

Namun bagi anak-anak kecil anak menertawakannya, cuma ada juga anak-anak yang ketakutan dan sampai menangis sekuat-kuatnya jika melihatnya, karena tampang memang agak seram dan menakutkan.

Pada akhir-akhir, karena huta Pawan, ini banyak potensi obyek wisata, anak-anak ini pun muncul kembali, untuk menghibur para wistawan yang berdatangan, sebagaian para pengunjung karena terhibur dengan keberadaannya tak segan-segan mereka merogohkan kocek antara Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu. 

Salah seorang Pengunjung, Amir, mengatakan dirinya sangat terhibur dengan keberadaan anak-anak itu, sebab mereka punya tarian sendiri, mereka pun unik dan kreatif, apalagi itu mereka buat sendiri.


"Saya  sangat terhibur melihatnya, apalagi mereka lucu-lucu, maunya pemerintah melestarikan dan membuat pembinaan dengan membentuk kelompoknya, karena ini termasuk kakayaan seni dan budaya bangsa kita," sebut Amir yang mengaku warga Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Di tempat yang sama, Tokoh Masyarakat Pawan, Sahuri Hasibuan, menjelaskan kalau permainan merupakan tradisi di kalangan anak-anak. "Ini sudah lama pak di Zaman Belanda lagi ini sudah ada, tapi ya selama belum ada pembinan, hanya anak-anak itu suka memainkannya," ungkapnya, Minggu (27/3).

Lanjutnya, permainan ini selain ada nilai seninya, juga terkadung nilai pendidikan sebab anak bisa aktif dan kreatif, termasuk ada sesi positifnya yang kemandirian anak akan muncul sendiri. "Memang perlu pembinaan dan pelestarian dari pemerintah, karena benar-benar asli permainan tradisional dari kampung kita sendiri," tutupnya.

Berita Terkait

Peduli Sosial, Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Khitanan Ceria Sambut 1448 H

Labuhanbatu, portalriau.com- Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Dalam rangka menyambut fajar 1448 Hijriah, Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, secara resmi…...

Senyum Syukur Warga Pematang Pudu dan Buluh Manis Sambut Paket Sembako Murah

DURI, --Portalriau.com--30 Juni 2026 – Pagi itu, Kamis (25/6/2026), suasana di Pudu Field, Duri, Kabupaten Bengkalis terasa berbeda. Sejak matahari belum tinggi, ratusan warga dari…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Resmikan KCP Bank Sumut Sei Berombang ,Perkuat Akses Layanan Keuangan Masya

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST., meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Bank Sumut Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kamis (25/06). Peresmian ini…...

Lantik 52 Pejabat Baru, Bupati Labuhanbatu: Disiplin tanpa diawasi, bertanggung jawab tanpa diminta

Labuhanbatu,Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. M.KM secara resmi melantik 52 pejabat baru yang terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Pejabat Administrator,…...

Syarat Makna Dan Budaya, Wabup Labuhanbatu Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Panai Hilir

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, menghadiri prosesi adat ritual tradisi Sedekah Bumi yang digelar khidmat oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, pada…...