Plt Gubri : BKKBN Harus Bersinergi dengan Pemerintah Daerah
PEKANBARU - Angka Total Fertility Rate (TFR) atau jumlah anak yang akan dipunyai seorang wanita selama masa reproduksinya per 1000 wanita di Riau mengalami peningkatan.
Jika sebelumnya 2,6 anak per wanita usia subur yaitu, dari angka 2,7 anak per wanita usia subur pada SDKI tahun 2007, kemudian meningkatkan menjadi 2,9 anak per wanita usia subur pada SDKI tahun 2012.
Data tersebut mengacu kepada data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS), bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Hal tersebut dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman ketika membacakan sambutannya pada acara upacara pengambilan sumpah dan pelantikan kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, di Balai Pauh Janggi gedung daerah Pekanbaru, Kamis (7/4/2016).
"Selain naiknya angka TFR di Provinsi Riau, angka Contrasepsi Pravalensi Rate (CPR) atau angka pemakaian kontrasepsi yang lazim di provinsi Riau juga masih rendah, yaitu sebesar 54,1%, Angka Unmet Need sekitar 11,8%, sedangkan menurut Age Specific Fertility Rate (ASFR) atau Angka Fertilitas menurut umur, usia 15-19 tahun adalah sebesar 35 anak per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun," kata Plt Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman saat membacakan sambutan pidatonya setelah mengambilan sumpah dan melantikan kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau,Yenrizal Makmur.
"Untuk itu kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang baru dilantik agar dapat bekerja dan berkoordinasi secara lebih optimal sehingga program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di provinsi Riau bisa bergema kembali seperti dahulu," katanya lagi.
Yenrizal Makmur disumpah dan dilantik Plt Gubernur Riau, Kamis (7/4) disaksikan Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Riau, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Tokoh Masyarakat, para mitra kerja BKKBN, serta undangan yang hadir lainya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya semenjak tanggal 1 Februari 2016 Kepala Perwakilan BKKN Provinsi Riau, H. Indrawarman telah memasuki Purnabakti, maka sebelum ditunjuk pejabat definitif, ditunjuk Pelaksana tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, yaitu Bapak Drs. Jeje.
Dalam kesempatan ini Plt Gubernur Riau mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama Indrawarman, dan juga Jeje sebagai Pelaksana tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau atas dedikasi, loyalitas penuh, komitment dan konsistensi yang tinggi, serta kerjasamanya yang sukses, baik dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya.
"Salah satu kesuksesan itu adalah Pencanangan Kampung KB tingkat provinsi yang dilaksanakan di desa Ransang kecamatan Pelalawan kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu," ungkap Arsyadjuliandi Rachman.
Dalam sambutan pidatonya Plt Gubernur Riau juga menyadari bahwa menjadikan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera menjadi gaya hidup keluarga di provinsi Riau merupakan tugas yang tidak mudah, untuk itu kita harus bersinergi dengan semua sektor, agar semboyan “2 anak cukup”, dapat mejadi gaya hidup dan pandangan setiap keluarga di Provinsi Riau.
Plt Gubernur Riau mengharapkan agar seluruh jajaran, baik di provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk melakukan langkah-langkah dalam hal menyelaraskan kebijakan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Kabupaten/Kota masing-masing. (dpr/rls/van)