Rayakan Tahun Baru Imlek, Warga Tionghoa Pulang Kampung Ke Selatpanjang
KEPULAUAN MERANTI, PORTALRIAU.COM - menjelang hari perayaan tahun baru imlek 2526,kota selatpanjang mulai di padati warga tionghoa yang pulang kampung maupun pengunjung yang ingin merayakan imlek di selatpanjang yang di kenal dengan kota sagu tersebut
Pantauan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, Jumat (8/2), arus penumpang yang masuk sekitar pukul 10.30 Wib hingga pukul 12.00 wib, lewat pelabuhan utama Kepulauan Meranti ini cukup ramai. Para penumpang diangkut dengan menggunakan kapal ferry, seperti MV Batam Jet dan MV Dumai Ekspres, dari Batam, Kepulauan Riau maupun dari Bengkalis dan Dumai. Sebagian besar dari para penumpang tersebut merupakan warga tionghoa.
Kepala Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Selatpanjang, Syahrial SE, saat dikonfirmasi, menyampaikan, setidaknya hari ini ada sepuluh kapal ferry yang sengaja disiapkan untuk melayani arus mudik dari Batam ke Selatpanjang. Diprediksi besok (hari ini) merupakan puncak arus mudik yang masuk lewat pelabuhan Tanjung Harapan.
"Besok (hari ini), dijadwalkan akan disiapkan sekitar 15 armada dari Batam menuju Selatpanjang. Kalau untuk jumlah pasti, kita belum bisa sampaikan. Tapi diperkirakan mencapai 3.000 lebih penumpang," jelas Syahrial.
Salah seorang agen tiket kapal ferry, Yung, mengatakan penumpang yang datang jauh lebih banyak dari pada jumlah penumpang yang ingin meninggalkan Selatpanjang. Ramai yang datang, kalau untuk yang berangkat dari Selatpanjang, masih seperti biasa tidak ada kenaikan, ungkapnya saat dijumpai di Pelabuhan Tanjung Harapan.
Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Selatpanjang, Usman YS, yang dikonfimasi lewat selulernya belum menjawab panggilan dan belum membalas pesan singkat yang dikirim.
Sekretaris Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUB) Kepulauan Meranti, Tjuan An SH, menyebutkan, berkaca pada tahun sebelumnya, arus puncak mudik imlek ke Selatpanjang jatuh pada hari ini, Sabtu (9/2). Ia juga membeberkan, warga tionghoa yang datang tersebut merupakan warga Selatpanjang yang bekerja di luar, seperti Batam, Pekanbaru dan Jakarta. Selain itu juga ada sanak keluarga yang datang dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura dan Australia.
"Mereka keluarga kita yang merantau dan bekerja di luar daerah dan luar negeri. Sengaja pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga merayakan imlek," ujar Tjuan An.
Meski begitu, ujarnya, ramai juga pengunjung yang sengaja merayakan imlek di Selatpanjang. Karena ingin mengikuti berbagai ritual yang akan dilaksanakan besar-besaran di daerah ini. Adapun puncak perayaan imlek atau sering disebut Cue Lak, pada tanggal 15 Februari mendatang, bertepatan dengan hari kelahiran Dewa Cho Se Kong. Pada hari tersebut akan diadakan arak-arakan dua dewa lainnya, yakni Dewa Tian Tho Wan Shue dan Dewa Lie Looh Cia, dan singgah di 22 vihara yang ada di Selatpanjang untuk melaksanakan sembahyang.(*)