Razia Warnet : 43 siswa dan 6 pemilik Warnet Terjaring
Bangkinang Kota: Razia yang dilakukan oleh tim yustisi Kampar pada Selasa, 15/12 Kemarin terhadap warung Internet (Warnet) yang ada di Kota Bangkiang mendapati pelajar yang sedang bermain game online pada jam pelajaran. Dalam razia ini tim yustisi yang dipimpin oleh Kabid Linmas Ahmad Zaki dan Kabid Trantib Dasril tersebut menjaring sebanyak 43 murid sekolah dan 6 pemilik warnet.
Kepala Kantor Satpol PP M Jamil Kampar melalui Kabid Linmas Ahmad Zaki dalam pernyataannya menyampaikan bahwa razia ini dilakukan karena disinyalir banyaknya warnet-warnet yang dijadikan oleh anak sekolah sebagai tempat arena bermain pada jam pelajaran dan berpakain sekolah. Dan ini terbukti dari penyisiran tersebut banyaknya pelajar dan siswa yang masih pada jam belajar dan berpakaian sekolah berada di warnet.
Dikatakan Ahmad Zaki bahwa kepada siswa yang terdiri dari murid SD,SMP dan SMA tersebut dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan membuat pernyataan dan perjanjian untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya yang masih berada pada jam sekolah tersebut.
Selain itu kepada pemilik warnet dihimbau untuk dapat mengontrol tamu yang datang, jika ada anak yang masih berpakaian sekolah dan berada pada jam belajar untuk tidak membenarkannya masuk yang disinyalir membuka situs-situs game online, poenography maupun judi online. “karena kita khawatir akan perilaku ini karena dapat memberikan efek negative terutama terhadap situs-situs judi online, situs prostitusi dan pornography” Kata Ahmad zaki.
Oleh sebab itu dihimbau kepada para siswa sekolah agar tidak lagi masuk warnet pada jam-jam sekolah dan kepada orang tua dan pihak sekolah hendaknya dapat mengontrol dan memantau anak-anak dengan ketat terhadap perilaku anak sehingga hal seperti yang tidak didingini tidak terulang lagi” Kata Ahmad Zaki.
Dan kepada instansi terkait terutamam Dishubkominfo dengan koordinasi dan komunikasi dapat mencegah berbagai kemungkinan yang dapat terjadi seperti penyalahgunaan warnet, sehingga tugas ini dapat dijalankan dengan efektif kata Ahmad Zaki yang menurunkan sebanyak 27 orang yang terdiri unsur Satpol PP, Kepolisian dan dari Kodim(dpr/pdy)