Sebanyak 240 Buruh PT Torganda di Rohul Terancam Kepalaran

Sebanyak 240 Buruh PT Torganda di Rohul Terancam Kepalaran

ROKAN HULU- Sebanyak 240 jamaah Gereja Jemaat Kristen Indonesia (GJKI) sebagai buruh PT Torganda, di Daerah Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terancam kelaparan, karena tidak pekerjaan, sebab perusahaan tempat berusaha sedang bermasalah.

Informasi ini disampaikan Pendeta GJKI Rohul Lister Situmorang, di Pasir Pangaraian, Selasa (8/9), katanya, meski perusahaan bermasalah, namun mereka harus bertanggung jawab terhadap karyawan. "Kemarin saya hanya bisa memberikan beras satu zak dan dua kardus indomie, untuk 30 Kepala Keluarga (KK), kemudian masih ada 7 apdeling kini kondisinya sudah tragis, bagi kami pokok ada beras dan bisa dimakan, meskipun apa jenis beras itupun, kami sudah sangat bersyukur," tuturnya.

Diungkapkannya, kemarin sudah ada yang coba bunuh diri sekeluarga, lima orang meninggal dunia, satu orang kini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Medica Rantau Kasai. Imformasinya, kepala keluarga memberikan racun kepada istri dan anak-anak, karena pada saat itu sudah dua hari tidak ada beras, jadi sulitnya ekonomi terpaksa mereka meminum racun bersama-sama" Saya tidak tahu lagi gimana kondisinya jamaah saya, mereka hanya kerja dua Hari Kerja (HK) satu bulan, satu HK Rp 79 ribu, sementara anaknya ada yang 10 orang ada yang 6 orang," tuturnya.

Lister Situmorang memerintah kepada Pemkab Rohul jangan diam saja, mestinya bisa membantu masyarakat setidaknya untuk bertahan hidup. " Kalau bisa pemerintah jangan menggantung-gantung seperti saat ini, kalau bisa pemerintah lebih cepat mengurusnya sehingga masyarakat mendapat pekerjaan," paparnya lagi.

Tambahnya, kini mereka masih bertahan di rumah-rumah mereka, mereka sudah lama jadi Buruh Harian Lepas (BHL). "Terus terang saja, BHL itu ada yang sudah 20 dan 10 tahun bekerja di sana, namun kini pekerjaan itu tidak, jadi kemana lagi untuk mencari makan, itu sama dengan membunuh rakyat pak, tempat berhutang tak ada yang dapat, meminjampun ke perusahaan tidak dapat, jadi saya tidak tahu lagi apa yang saya perbuat," paparnya. (dpr/mg12)

Berita Terkait

Peringati Hari Pangan Nasional, Pemkab Labuhanbatu Gelar Gerakan Pasar Murah di Rantau Selatan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Turut berpartisipasi di Hari Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, melaksanakan Gerakan Pasar Murah…...

Hari Santri 2026, Wabup Tegaskan Santri Harus Menguasai Teknologi Dan Berperan Menuju Indonesia Emas

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST, mengatakan hari santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati…...

Merajut Keberagaman di Bumi Ikabina En Pabolo, Malam Seni Budaya Labuhanbatu Pukau Ribuan Warga

Labuhanbatu,Portalriau.com- Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Labuhanbatu ke-81 tahun 2026 berlangsung semarak dan penuh khidmat. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar Malam Pagelaran Seni dan Budaya yang dipusatkan…...

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Masyarakat Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Labuhanbatu, Portalriau.com- Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhanbilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan…...

Bupati Labuhanbatu Tekankan Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

MEDAN, Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang…...