Sengketa Lahan Jalangan Kerbau Desa Menaming "Memanas", Dikhawatirkan Bakal Terjadi Pertumpahan Dara
ROKAN HULU-Sengketa lahan Jalangan (Peternakan) kerbau, di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mulai memanas, bahkan konflik ini bagaikan api dalam sekam, jika tidak ada solusinya, dikhawatirkan akan terjadi pertumpahan darah di antara sesama masyarakat.
Tokoh Masyarakat Menaming, Asbon, meminta kepada para aparat Polsek Rambah dan Polres Rohul, untuk jalangan kerbau, sebab lahan jalangan itu berkaitan dengan dua kecamatan yakni Rambah dan Bangun Purba.
"Jalangan ini sudah disahkan para datuk-datuk dan raja-raja napitu huta, termasuk konseler di zaman Belanda, kalau itu tempat masyarakat Menaming untuk mengembala kerbau," bebernya.
Untuk persoalan itu, langsung dijawab, Sekretaris Camat (Sekcam) Rambah, mengaku kalau di sana ada kepentingan-kepentingan orang-orang tertentu, jadi masyarakat harus melaporkan ini kepada dua kecamatan yakni Rambah dan Bangunpurba, sehingga itu nanti ada solusi yang terbaik untuk itu.
"Kemudian fenomena untuk jalangan ini belum ada legalitas resminya, jadi masyarakat harus lebih proaktif, jadi bisa saja nanti dibuat kesepakatan-kesepatan baru sesuai dengan kesepatan lama," jelasnya.
Sekcam Camat Rambah, mengakui ada oknum tertentu yang dinilai kuat, untuk memanfaatkan tempat mengembala atau beternak kerbau milik masyarakat Desa Menaming, jadi persoalan ini semakin sulit untuk diselesaikan, jadi perlu komunikasi yang baik tercipta di tengah-tengah masyarkat.
Sementara itu, Razali Nasution, mengaku kalau jalangan sudah ratusan tahun lamanya, informasi itu sudah sering disampaikan kepada pemerintah, jadi bohong itu kalau pemerintah tidak mengetahui konflik jalangan Kerbau tersebut.
"Jadi tolonglah adanya perhatian dari pemerintah, jangan sampai lebih besar masalahnya atau sampai menghilang nyawa orang lain," tegasnya.
Tokoh Adat Luhak Rambah, Syamsul meminta supaya tempat ternak kerbau supaya diinpentarisir, termasuk siapa saja yang mengembala kerbau di situ. "Saya memang itu, sejak zaman kerajaan Rambah kalau itu jalangan kerbau, jadi kalau tidak mengembala kerbau, tidak ada di situ," tuturnya.
Kemudian, Kades Menaming, Firdaus, mengaku kalau jalangan itu, sudah ditanami kelapa sawit, dirinya mengaku sudah mencoba untuk menjembatani persoalan tersebut.
"Saya sendiri sudah pernah rapat dengan masyarakat Desa Bangun Purba Timur Jaya (BPTJ) Kecamatan Bangunpurba, namun hingga kini belum ada jalan keluarnya. Meminta kepada Camat Rambah, Kapolsek Rambah dan Kapolres Rohul, supaya dapat duduk bersama untuk menyelesaikan permaslahan sebelum menjadi besar lagi," harap Firdaus Daulay.(dpr/raj)