Tunas Harapan Pasaribu Butuh Perhatian Pemerintah Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
ROKAN HULU-Penderita cacat, Tunas Harapan Pasaribu (43) atau yang dipanggil Rajo Lenggang, sehari-hari meminta sedekah atau mengemis, mengharapkan bantuan masyarakat untuk menyambung hidupnya, karena kondisi tidak sempurna diciptakan Allah SWT.
Rajo Lenggang sebenarnya tidak mau dengan profesinya tersebut, namun kondisi yang membuatnya harus mengiba kepada orang lain, supaya biaya hidupnya bisa sehari-harinya terpenuhi.
Biasannya Rajo Lenggang datang ke pasar-pasar dengan modal tongkat dan ember kecil, kemudian sambil duduk digang-gang jalan, meminta sedekah dan berharap perhatian orang banyak.
Terlihat fisik Rajo Lenggang, kakinya tidak bisa, kemudian tidak bisa normal, sudah puluhan tahun kondisi itu dirasakannya, sebab sewaktu kecil kakinya terperosok kelobang, sehingga sakit tahunan dan sampai kini tidak bisa lurus.
"Saya sebenarnya saya, tidak mau juga jadi pengemis, tapi karena kondisi badanya saya seperti ini, jadi gimanalah pak," sebut Tunas Harapan Pasaribu, Senin (14/12).
Dirinya berharap adanya perhatian pemerintah untuk memberikan usaha bagi dirinya, supaya profesinya tidak lagi dikerjakannya. "Sayapun sadar kalau pekerjaan saya ini, sangat hina tapi dari pada saya tidak makan, kalau modal atau usaha diberikan pemerintah saya akan berhenti dari pekerjaan ini," pungkasny. (dpr/raj)