Bupati Wardan Ajak Kembali Pada Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Bupati Wardan Ajak Kembali Pada Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Portalriau.com - TEMBILAHAN - Bupati Inhil HM Wardan menjadi Inspektur upacara pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2017 dan Peringatan Hari Otonomi Daerah XXI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

 
Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengambil tema "Pendidikan dan kebudayaan sebagai gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter pancasila". Bupati Wardan mengatakan, Kata kunci dari tema tersebut adalah "gerakan". Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu, pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. 
 
 
"Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/lsm mengorganisasi," ujarnya membacakan sambutan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Lanjutnya, Berbeda dengan sekadar "program" yang "perasaan memiliki atas kegiatan" hanya terbatas pada para pelaksana program, sebuah "gerakan" justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan. 
 
 
"Mari kita ajak semua pihak untuk merasa peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika itu," ajak Bupati. Tambahnya, Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter pancasila dalam pendidikan kita. 
 
 
Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. 
 
 
Peringatan hari pendidikan nasional ini tidak bisa dilepaskan dari sosok ki hadjar dewantara, yang pada tanggal 2 Mei merupakan hari kelahiran bapak pendidikan indonesia itu. Ki hadjar dewantara menyebut sekolah dengan istilah "taman". Taman merupakan tempat belajar yang menyenangkan. Anak datang ke taman dengan senang hati, berada di taman juga dengan senang hati, dan pada saat itu harus meninggalkan taman, maka anak akan merasa berat hati.
 
 
Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita menjadi seperti taman? Sudahkah sekolah kita menjadi tempat belajar yang menyenangkan? Sekolah menyenangkan memiliki beberapa karakter, di antaranya adalah sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, siswa dalam proses belajarnya; sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan; sekolah yang pembelajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, di mana individu diberikan pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya; sekolah yang pembelajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya.
 
 
"Di hari pendidikan nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep ki hadjar dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan," ajak Wardan. Sebuah wahana belajar yang membuat para peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. 
 
 
Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan yang berkarakter pancasila.
Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud apabila kita semua terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan.
 
 
Mulai hari ini, kita harus mengubah perspektif bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua. Mari kita teruskan kerja keras, kerja bersama ini. Semoga Allah swt, tuhan yang maha kuasa, selalu membimbing kita agar dapat meraih dan melampaui cita-cita bangsa kita tercinta, tutup Wardan. (DPR/Advertorial/Humas)

Berita Terkait

Pergantian Antar Waktu, Muslimin Hadi Wibowo Dilantik Gantikan Almarhum Polma Tambunan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu secara resmi melantik Muslimin Hadi Wibowo sebagai anggota DPRD melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) tahun…...

7 Rekomendasi Film Korea Romantis dengan Kisah Cinta yang Bikin Baper

Film Korea romantis selalu punya cara tersendiri untuk membuat penonton ikut terbawa perasaan. Ada kisah cinta pertama yang penuh kenangan, hubungan yang diuji oleh keadaan,…...

Depi Rusdianto Siap Mengadu ke Dewan Pers, Namanya dicatut di Media Online

BENGKALIS, – Portalriau.com-- Depi Rusdianto, Hulubalang Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan, menyatakan keberatan atas pemberitaan yang beredar di sejumlah media online…...

Peringati Hari Pangan Nasional, Pemkab Labuhanbatu Gelar Gerakan Pasar Murah di Rantau Selatan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Turut berpartisipasi di Hari Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, melaksanakan Gerakan Pasar Murah…...

Hari Santri 2026, Wabup Tegaskan Santri Harus Menguasai Teknologi Dan Berperan Menuju Indonesia Emas

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST, mengatakan hari santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati…...