BNN: Harusnya Raffi Ajak Temannya Tidak Terlibat Narkoba
PORTALRIAU.COM - Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Yapi Manafe sangat menyayangkan dengan tertangkapnya Raffi Ahmad sebagai publik figur.
"Sangat disayangkan tertangkapnya Raffi cs. Karena dia presenter kondang seharusnya mengajak teman-temannya jangan terlibat penyalahgunaan narkoba," ungkap Yapi di Gedung BNN, Jakarta Timur, Senin (28/1/2013).
Hasil penelitian BNN dan Universitas Indonesia menyebutkan bahwa yang paling banyak pengguna di lingkungan kerja. Prevelensi penyalahgunaan, terendah 3,8 juta orang tertinggi 4,2 juta orang. Sekitar 70 persen penyalahgunaan narkoba terjadi di tempat kerja, baik pemerintah, swasta, maupun industri hiburan.
"Ke depan kita fokus dua segmen, sekolah atau universitas dan tempat kerja. Kita ingin supaya teman-teman media juga ikut berkampanye. Setelah kita amati sekian lama, pemakaian secara umum kita lihat dua aspek internal dan eksternal. Yang eksternal salah pergaulan, bujukan, pemaksaan. Kalau internal keinginan sendiri, ingin tampil beda, keliatan fresh terus, ingin ekstra tenaga," ungkapnya.
Tapi di balik itu ada yg disebut adiksi. Oranga akan kembali pakai terus dan dosis ditambah. Semua tahu Narkotika jelek, bisa merusak diri, keluarga, dan ekonomi. Namun tetap aja banyak orang yang menggunakan Narkoba.
"Kita ingin pencegahan bersama-sama kampanye anti drugs. Dalam hal terlibat sindikat narkoba ancamannya berat, bisa hukuman mati. Dari kesehatan endingnya banyak, otak diserang penyakit, jantung. limpa semua bisa berujung kematian," ungkapnya.
BNN berharap ke depan orang-orang yang bergelut di dunia hiburan jangan jatuh ke lubang narkoba, tetapi harus ikut menerapkan pola hidup sehat karena narkoba tidak menjawab segala-segalanya,
"Memang karena mereka kerjanya nonstop untuk stamina pakai itu. Tapi kan jadi masalah. Kami imbau terapkan pola hidup sehat," ujarnya.